152 Vendor Meriahkan Basha Market di Tunjungan Plaza

152 Vendor Meriahkan Basha Market di Tunjungan Plaza
Ribuan warga tumplek-blek di lantai 6 Tunjungan Plaza Surabaya mengunjungi basar unik berkonsep desain lokalitas. avit hidayat/enciety.co

Ribuan warga Surabaya memadati lantai 6 Tunjungan Plaza Surabaya sejak Jumat (10/4/2015) hingga Minggu (12/4/2015). Puluhan ribu warga ini berduyun-duyun datang untuk bisa melihat bazar berkonsep desain lokalitas yang dinamakan Basha Market.

Penyelenggara Basha Market, Christie Erin Harsono, menjelaskan bazar yang diusungnya kali ini sedikit berbeda dengan bazar pada umumnya. Ini karena para vendor yang mengikuti pameran tersebut adalah berbagai macam produsen produk dunia maya, dan untuk kali pertama dipertemukan dengan para konsumen.

“Pada kegiatan kali ini ada sedikitnya 152 vendor. Semua vendor tersebut tidak punya lapak karena mereka sebelumnya jualan di dunia maya. Nah, dengan kegiatan basar kali ini kita sengaja pertemukan mereka dengan konsumen. Agar konsumen lebih yakin terhadap kualitas produk dunia maya,” jelasnya saat ditemui enciety.co, Sabtu (11/4/2015).

Menurut dia, pada bazar kali ini pun menyuguhkan konsep yang unik sekali. Di antaranya memadupadankan industri kreatif dengan desain gaul masa kini. Ini yang membuat basar menarik perhatian ribuan konsumen dari Surabaya.

“Selain itu, kita juga niatnya mempertemukan para pelaku industri kreatif dengan para produsen. Kami berharap di antara keduanya ada kolaborasi dan kerjasama yang nantinya bisa meningkatkan kualitas dan penjualan produk mereka,” bebernya.

Para vendor yang mengikuti Basha Market berasal dari berbagai jenis produsen di seluruh Indonesia. Mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Pekanbaru, Yogyakarta, dan berbagai kota lainnya.

“Mereka menjual aneka produk mulai dari jasa, souvenir, kuliner, dan macam-macam,” tutur Christie.

Dari pantauan enciety.co, semua outlet disesaki banyaknya pengunjung yang sangat antusias untuk bisa melihat basar. Terutama di stan kuliner. Berbagai jenis makanan pun laris-manis diserbu pembeli. Bahkan pembeli pun tak ragu antre untuk bisa menyantap makanan kesukaannya.

“Kami tidak menghitung berapa perputaran uang yang bisa dicapai selama pameran tiga hari ini. Karena tugas kami hanya mempertemukan produsen dunia maya dengan konsumennya, maupun sesama produsen agar bisa saling kolaborasi produk. Yang jelas bisa dilihat sendiri, betapa ramainya tempat ini,” imbuhnya. (wh)