146 BUMN Rugi, Jokowi Didesak Copot Menteri Rini

rini soemarno

Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta agar ada peninjauan ulang posisi Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN dan Sudirman Said sebagai Menteri ESDM.

Desakan itu terkait dengan sejumlah fakta terkait BUMN merugi triliunan rupiah serta dugaan kongkalikong yang melibatkan dana ratusan triliun di PT Pertamina yang tak ditindaklanjuti secara transparan.

Dijelaskan Uchok, ada sekitar 146 BUMN yang menderita kerugian negara sebesar Rp 6,7 Triliun, angka yang sama dengan kerugian bailout Bank Century era SBY. Besaran itu ditambah USD 25,5 juta, 24.000 Euro, dan 210.000 dolar Singapura dalam 5.999 kasus.

Data itu didapatkan Uchok dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2014, yang merupakan audit atas kinerja BUMN di era Pemerintahan SBY-Boediono.

Bagi Uchok, fakta itu menyedihkan karena uang negara sebesar itu menguap tanpa jejak, dan pejabat BUMN tidak ada yang mau bertanggung jawab. “Uang triliunan ini seharusnya dikelola untuk pelayanan kepada rakyat, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tapi malahan menguap dinikmati mereka juga,” kata Uchok.

Dari data BPK yang ada, kata Uchok, enam besarnya adalah Perum Bulog yang rugi sebesar Rp 1,2 triliun, dan USD 2,8 juta dengan 134 kasus. Lalu PT Perusahaan Gas Negara dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 84,4 miliar, dan USD 2,5 juta dengan 57 kasus.

Di urutan ketiga PT PLN yang ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 587 miliar, dan USD 1,2 triliun dengan 344 kasus. Keempat adalah PT PAL Indonesia dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 549,6 miliar, dan USD 1,2 juta dengan 66 kasus.

Urutan kelima adalah PT Garuda Indonesia yang ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 16 miliar, dan USD 1,2 juta dengan 85 kasus.

Di urutan keenam, ada PT Pertamina yang ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 24,2 miliar, dan USD 446.200 dengan 730 kasus. (bst)