143 Tenaga Kerja Asal China yang Dideportasi dari Surabaya

143 Tenaga Kerja Asal China yang Dideportasi dari Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai menjadi instruktur upacara pengamanan Natal dan Libur Tahun Baru.

Sebanyak 143 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang sedang menginap di dua hotel di Surabaya telah dideportasi atau dipulangkan ke negaranya.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai menjadi instruktur upacara pengamanan Natal dan Libur Tahun Baru di Taman Surya, Jumat (23/12/2016).

“Saya tadi siang sudah koordinasi dengan pihak Imigrasi untuk menentukan dokumen kependudukan para TKA tersebut dan diketahui ternyata mereka belum memiliki izin kerja. Sudah kami deportasi semuanya untuk kembali ke negaranya sana,” tegas Tri Rismaharini.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini meminta agar para TKA yang datang harus membawa dokumen sesuai. Bila mereka ingin bekerja, maka yang tercatat di dokumen kependudukan haus tertulis sebagai tenaga kerja dan bukan wisatawan.

“Kalau kerja ya harus tercatat di kependudukan. Saya harap tidak ada lagi bilang wisata tetapi kenyataannya mereka disini bekerja,” ucapnya.

Ditanya tentang apakah ada sanksi bagi perusahaan yang mendatangkan ke 143 TKA asal China tersebut karena tidak sesuai dokumennya, Risma mengakui bila hal tersebut ada sanksinya tersendiri.

“Ada hukumnya sendiri kalau gak berijin. Namun, kami kembalikan semua pada peraturan yang ada,” lanjutnya.

Diketahui, 143 TKA asal China dipaksa pulang ke negaranya karena surat Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) belum keluar.

Ke-143 WN China ini adalah para pekerja yang sedianya hendak bekerja pada proyek pembangunan pabrik baru di Petrokimia Gresik. Di Surabaya sendiri mereka menginap di Hotel Java Paragon dan Hotel Somerset. (wh)