14.300 Polisi Amankan Ujian Nasional di Jatim

14.300 Polisi Amankan Ujian Nasional di Jatim
Rektor Unesa Muhlas Samani, Kadispendik Harun dan Kombespol Mamboyng acara Sosialisasi Ujian Nasional 2012/2013 Dinas Pendidikan Jatim, Kamis (27/3/2014).

 

Sebanyak 14.300 personel kepolisian akan dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Jatim . Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran tehadap dokumen negara yang bersifat rahasia tersebut.

Kepala Biro Operasi Polda Jatim Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Mamboyng mengatakan, jumlah personel yang diturunkan adalah sepertiga dari jumlah keseluruhan kepolisian yang mencapai 43 ribu personel.

“Meskipun pelaksanaan UN hanya berselang lima hari kami tetap focus untuk amankan pelaksanaan UN,” katanya disela-sela acara Sosialisasi Ujian Nasional 2012/2013 Dinas Pendidikan Jatim di Hotel Utami, Sidoarjo Kamis (27/3/2014).

Dia lalu menjelaskan, personel kepolisian yang diterjunkan nantinya akan ditempatkan di dalam dan di luar pelaksanaan UN. Khusus untuk di lingkungan sekolah, polisi yang diterjunkan tidak mengenakan seragam atau berpakaian preman sipil. “Untuk di lingkungan luar sekolah akan tetap mengenakan seragam polisi,” ujarnya.

Di tempat berbeda, 26 ton naskah soal dan lembar jawanan Ujian Nasional (LJUN) diberangkatkan oleh percetakan PT Jasuindo untuk region enam. Jumlah tersebut meliputi 13 ton naskah soal untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dan 13 ton untuk Kalimantan Selatan. Soal tersebut dikirim melalui udara dengan jasa pengiriman oleh cargo RPX.

Hendro Susanto, penanggung jawab PT Jasuindo, mengatakan naskah dijamin keamanannya hingga ke tempat tujuan. “Untuk pengawalan naskah akan dibantu oleh pihak kepolisian dan dipastikan tidak ada soal selembarpun yang keluar dari percetakan tanpa pengawalan yang ketat,” tutur Hendro.

Menurut dia, soal Ujian Nasional ini sendiri tidak akan bocor dikarenakan 500 pegawai yang terlibat dalam percetakan soal telah menjalani proses karantina sejak akhir Februari lalu. Mereka tidak diperbolehkan keluar hingga proses percetakan soal UN SMP selesai. Selama proses karantina mereka tidak diperkenankan membawa alat elektronik dalam bentuk apapun. Seperti handpohone, kamera, dan juga tablet atau laptop.

Kepala Dispendik Jatim Harun secara langsung memantau proses pemberangkatan soal tersebut kemarin siang. Harun memasangkan segel berupa stiker di masing-masing gembok pengunci mobil boks yang digunakan dalam pengiriman soal. “Semua sudah siap, Saya selaku ketua region enam, hari ini memantau langsung proses distribusi soal ke Kalimantan,” kata Harun.(wh)