13 Mahasiswi Republik Ceko Studi Banding ke SDM 4 Pucang

13 Mahasiswi Republik Ceko Studi Banding ke SDM 4 Pucang

Monika Konecna berselfie bersama siswa SDM 4 Surabaya, Senin (19/9/2016).

Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM) 4 Pucang Surabaya kedatangan 13 mahasiswi dari Palacky University of Republik Ceko untuk melakukan studi banding, Senin (19/9/2016). Studi banding tersebut berkaitan dengan program student exchange yang dilakukan para mahasiswa tersebut ke kampus Trunojoyo.

Kedatangan ke 13 mahasiswi ini langsung disambut oleh para murid SDM 4 Pucang dengan mencium tangan satu persatu tamu mereka. Hal ini menyebabkan keheranan dan kekaguman dari 13 mahasiswi tersebut.

“Saya heran, ternyata tradisi Islam sudah mengajarkan sejak kecil sudah menghormati orang tua. Padahal kalau di luar negeri, agama Islam sering dikaitkan sebagai teroris,” kata Michael Langova dan Monika Konecna berbarengan.

Menurutnya, saat dirinya melihat anak-anak di sekolah Islam di Indonesia, mereka begitu bersahabat dan mempunyai pemikiran terbuka. Ia mengaku senang dengan sambutan yang ramah dan membuat terkesan dirinya. “Kami disambut dan diperlakukan dengan baik,” ucapnya lalu berselfie bersama murid-murid SDM 4 Pucang.

Kepala sekolah SDM 4 Pucang Surabaya, Edy Susanto membenarkan jika kunjungan ke 13 mahasiswi tersebut untuk melakukan studi banding dan salah satu tujuannya adalah melihat model atau sistem pendidikan di sekolah Islam.

“Mereka ingin melihat sekolah Muhammadiyah karena termasuk model lembaga pendidikan yang usianya sudah tua, tapi masih bertahan,” kata Edy Susanto.

Edy menambahkan, Kunjungan Palacky University of Republik Ceko adalah kunjungan pertama di sekolah mereka. SD Muhammadiyah 4 biasa menerima kunjungan dari sekolah di luar negeri, ini berkaitan dengan program student exchange.

Melalui kunjungan ini Edy berharap besar SD Muhammadiyah 4 Pucang bisa jadi contoh bukti, bahwa Islam tidak memiliki sisi negatif seperti terorisme dan terbelakang. “Kami berharap bahwa Islam adalah agama yang cinta damai dan bukan seperti yang dibicarakan di dunia luarsana,” ujar dia. (wh)