126 Sekolah Ikut Pameran Pendidikan di Balai Pemuda

126 Sekolah Ikut Pameran Pendidikan di Balai Pemuda
Kepala Dispendik Surabaya M Ikhsan meninjau stan dalam Pameran Pendidikan 2015 di Balai Pemuda, Selasa (27/10/2015). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggelar Pameran Pendidikan 2015 bertajuk Widya Dharma Pendidikan 2015 di Balai Pemuda, Selasa (27/10/2015) sampai dengan Kamis (29/10/2015). Acara tersebut diikuti 126 sekolah negeri maupun swasta di Surabaya, mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

IMG_7346  IMG_7331

“Dalam kegiatan ini, sekolah-sekolah yang ada diwajibkan untuk dapat memamerkan hasil kreativitasnya, baik itu di bidang akademis maupun di bidang ekstrakulikuler sekolah,” kata kepala Dispendik Surabaya Ikhsan kepada enciety.co, disela meninjau stan-stan pameran, Selasa (27/10/2015).

Ikhsan lalu menjelaskan, sekolah yang ikut dalam pameran pendidikan ini diwajibkan untuk menyertakan siswa-siswanya untuk menunjukkan kreativitasnya dibidang akademik maupun non akademik.

“Di lokasi, kami sengaja mendirikan panggung yang agak besar agar mereka dapat menunjukkan potensi mereka. Ada yang menunjukkan kemampuan mereka di bidang tari tradisional, tari modern dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Lewat kegiatan ini, imbuh dia, para siswa juga dapat belajar dengan cara membandingkan hasil kreativitas mereka di sekolahnya dengan sekolah lain. “Langkah ini sangat efektif, karena dengan cara ini mereka dapat terpacu untuk meraih prestasi,” urai dia.

Ikhsan mengaku jika pihaknya juga mengundang para guru pendidik yang ada. Ini dimaksudkan agar guru-guru yang ada juga dapat berkembang dalam mendidik para siswanya.

“Acara ini sebenarnya juga ajang silaturahim antartenaga pengajar. Di samping itu, lewat acara ini, guru-guru juga dapat mengembangkan sumbedaya manusia (SDM)-nya dengan cara berdiskusi langsung tentang metode pengajaran yang nantinya dapat diterapkan di sekolahnya masing-masing,” tandas pria berkaca mata itu. (wh)