12 Warga Brunei Siap Mengajar di Rumah Bahasa Surabaya

12 Warga Brunei Siap Mengajar di Rumah Bahasa Surabaya

 

Rumah Bahasa menarik perhatian warga asing. Tak hanya warga Surabaya yang antusias mendaftar menjadi relawan, negara-negara tetangga ASEAN yang tinggal di kota Pahlawan pun berminat menjadi pengajar Rumah Bahasa.

“Rencananya nanti ada 12 orang warga negara Brunei mau jadi pengajar,” kata Kepala Bagian Kerja Sama Pemkot Surabaya Ifron Hady Susanto di Hotel Sheraton, Kamis (27/2/2014).

Ifron mengungkapkan, antusiasme warga asing tersebut memberikan angina segar bagi Rumah Bahasa. Seiring pemberitaan media massa, peminatnya kian membludak. Ifron menyebutkan, sekitar 200 orang volunteer lokal telah mendaftar.

“Nah sekarang, sepertinya giliran volunteer yang masuk kapabilitas dan jam terbangnya mulai tinggi. Ini dibuktikan dengan daftarnya warga asing untuk mengajar,” ujarnya.

Selain bahasa Inggris dan Mandarin, Rumah Bahasa pun memperoleh penawaran pembelajaran bahasa Jerman dan China. “Banyak yang menawarkan mengajarkan bahasa Jerman. Cina juga banyak,” tutur Ifron.

Makanya, jelas dia, pihaknya masih berupaya mengatur jadwal. Sebab, sehari 100 orang peserta mengantre belajar di sana. Bila bahasa yang diajarkan ditambah, ia perlu mengantisipasi lebih lanjut.

Ifron mengungkapkan, mayoritas pendaftar di Rumah Bahasa berasal dari kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan sopir taksi. Seiring membludaknya peminat, jam belajar yang semula hari Senin hingga Jumat diperpanjang menjadi setiap hari tanpa libur.

Jam buka rumah bahasa tetap, yaitu jam 09.00 sampai pukul 21.00,” tandasnya.(wh)