11 Tahun Tanam, Kini Taman Surabaya Rusak Akibat Wall’s Day

 

11 Tahun Tanam, Kini Taman Surabaya Rusak Akibat Wall’s Day

Acara bagi-bagi 10 ribu es krim gratis yang digagas Wall’s PT Unilever Indonesia, di tengah Car Free Day Taman Bungkul Surabaya, Minggu (11/5/2014) ,berakhir ricuh.

Selain membuat kemacetan, Taman Bungkul dan jalur hijau sepanjang jalan Raya Darmo hancur lebur. Penyebabnya, warga yang antusias berebut es krim menginjak-injak tanaman di sekitarnya.

Wali Kota Tri Rismaharini, kontan murka melihat taman kebanggaan kota Pahlawan itu rusak tak karuan. Wajar saja, sebab Taman Bungkul memperoleh penghargaan The 2013 Asian Townscape Award (ATA) untuk kategori Taman Terbaik Se-Asia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), November 2013 lalu. Ia tampak sangat kecewa begitu mengetahui jalur hijau dan taman rusak. “Ya Allah kok bisa begini, hancur semua. Astaghfirullah,” keluhnya sambil mengelus dada.

Berdasarkan pantauan enciety.co, bagian taman pembatas jalur hijau pinggir jalan Darmo yang panjangnya sekitar 1 kilometer, yang rusak parah. Begitu pula dengan bagian tengah taman Bungkul dan taman belakang depan RS. Soemitro. Bahkan sebuah papan peringatan juga roboh.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika mendapat laporan, langsung bergegas melihat kondisi tersebut. Wali Kota terbaik bulan Februari menurut City mayors.com itu murka dan langsung menyemprot salah satu panitia. “Kamu tahu nggak? Sudah 10 tahun kami bikin itu. Kamu pikir gampang, lihat itu,” seru Risma kesal. Panitia lantas tampak terdiam.

Melalui Handy Talkie (HT), ia meminta kepada Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Chalid Buhari untuk melaporkan perusakan taman ini ke polisi. Pemkot akan menuntut pihak PT Unilever secara pidana dan perdata. “Proses pidana pakai UU lingkungan. Pak Chalid (kepala DKP) lapor ke polsek,” tukas Risma.(wh)