11 PTN-BH Bahas Kejelasan Otonomi di ITS

11 PTN-BH Bahas Kejelasan Otonomi di ITS

Para petinggi PTN-BH se-Indonesia yang akan membahas otonomi kampus di Its. foto:humas its

Selanjutnya adalah pembahasan terkait tata kelola Perguruan Tinggi, pengembangan inovasi, serta perkembangan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

“Isu-isu ini penting untuk kami bahas karena saat ini Indonesia memiliki tantangan besar secara global,” tutur dosen yang juga sebagai Ketua Senat Akademik Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga didampingi Rektor ITS Prof Joni Hermana.

Hal senada diungkapkan Prof Priyo Suprobo, Ketua Senat Akademik ITS yang juga Wakil Ketua MSA PTN-BH. “Hak-hak otonomi PTN-BH yang telah disebutkan masih  semu, karena itu kami ingin kejelasan otonomi tersebut dari kementerian-kementerian yang terkait,” ujarnya.

Sementara, terkait adanya ijin dari pemerintah untuk Perguruan Tinggi Asing (PTA) masuk Indonesia, Joni Hermana mengatakan bahwa saat ini 11 PTN-BH menyatakan siap menata langkah strategis untuk bersanding, bukan bertanding.

“Kita akan melayani dan membantu mahasiswa untuk bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki PTA tersebut melalui kerjasama yang kita jalin nantinya,” tutur guru besar Teknik Lingkungan ini.

Langkah-langkah strategis yang disiapkan ke-11 PTN-BH tersebut, menurut Joni, antara lain adalah penjaminan mutu akademik PTN-BH dalam rangka mendukung program pemerintah dan pembangunan nasional, otonomi PTN-BH dalam mendukung pembangunan nasional dan menghadapi persaingan global, dan pemetaan serta pemenuhan Sumber Daya Manusia PTN-BH dalam rangka peningkatan mutu pendidikan tinggi. (wh)