10 Ribu Paskun Penuhi Balai Kota Surabaya

10 Ribu Paskun Penuhi Balai Kota Surabaya
Pasukan kuning menerima bingkisan sembako di balai Kota, Minggu (14/9/2014). umar alif/enciety.co

Sekitar 110 ribu orang dari pasukan kuning (paskun) dan pekerja sosial menjejali Balai Kota Surabaya, Minggu (14/9/2014). Mereka menghadiri kegiatan periodik bertajuk “Pesta Cak Koen 2014.”

Sejak pagi, para pahlawan kebersihan tersebut datang bergelombang. Mereka merupakan para paskun yang bertugas menjaga taman, trotoar, makam, dan fasilitas publik lainnya di Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, kegiatan Cak Koen 2014 ini rutin digelar setiap tahunnya. Menurutnya, paskun dan pekerja sosial ini sangat berjasa bagi kebersihan dan kemajuan kota Surabaya.

“Setiap tahun kami rutin menggelar ini. Tujuannya untuk memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada paskun,” bebernya Minggu pagi.

Menurut Risma, risiko menjadi pasukan kuning tidak hanya kecapekan semata, tapi bertaruh dengan keselamatan. “Risikonya menjadi paskun sangat besar. Ada petugas yang tertabrak mobil, ada juga yang jatuh dari pohon,” ceritanya.

Inilah yang membuat Risma terharu akan pengorbanan para pasukan kuning selama ini untuk menjaga kebersihan Surabaya. “Karena itu kita beri apresisasi kepada mereka. Mereka telah berkorban untuk mempertaruhkan nyawa mereka,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Risma juga terlihat melakukan testimoni bersama sejumlah anggota paskun Surabaya. Satu di antaranya,Eriyati (43). Ia dinilai Risma telah berjasa dalam kebersihan Kota Surabaya.

“Dia ini awalnya tukang becak. Terus saya ajak jadi paskun. Sekarang kehidupan bapak Suradi sudah jauh lebih layak dari sebelumnya,” terang Risma, lalu disaut anggukan oleh Eriyati yang berdiri di atas panggung bersama Risma.

Tidak hanya itu, Risma juga terlihat mengajak para warga terdampak eks lokalisasi Dolly dan Jarak untuk berdiri di atas panggung . Risma membeberkan bahwa pasca ditutupnya lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu, Pemkot Surabaya melakukan penyerapan ratusan tenaga kerja dari warga Dolly dan Jarak.

“Ini contohnya, kami mengajak para warga Dolly untuk bekerja bersama kami. Ada yang jadi petugas Linmas, ada juga jadi Satpol PP, dan banyak lainnya,” tutur Risma.(wh)