1.045 Guru Surabaya Naik Pangkat

 

1.045 Guru Surabaya Naik Pangkat

Sedikitnya 1.045 guru dari berbagai sekolah di Surabaya mendapatkan kenaikan pangkat. Ini merupakan bagian dari penghormatan Pemerintah Kota Surabaya kepada jasa-jasa guru selama ini.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, terkait kenaikan pangkat ini dilakukan karena memang para guru-guru tersebut telah memenuhi syarat. Pihaknya juga memastikan bahwa kenaikan pangkat tersebut murni karena jasa-jasa guru dan tanpa adanya praktik kolusi atau suap-menyuap.

“Ini penghormatan kita kepada jasa-jasa para guru. Kalian tidak perlu susah payah untuk mengurus SK apalagi sampai mengeluarkan uang untuk naik pangkat. Ini bagian penghormatan saya kepada panjenengan. Anda ngajar baik saja saya sudah bersyukur,” kata Risma dalam sambutannya di hadapan ribuan guru di Gedung Convention Hall Surabaya, Kamis (2/10/2014).

Selain itu, Risma juga menambahkan bahwa Pemkot Surabaya akan berupaya membantu mengatasi permasalahan domestik (urusan pribadi) yang dihadapi para guru. Ini terkait beberapa laporan yang masuk ke wali kota. Di antaranya perihal guru yang sakit keras, hingga permasalahan rumah tangga.

“Pernah ada seorang guru yang tinggal di kawasan bantaran sungai yang melapor ke Dinas Pendidikan. Kami langsung pindah guru itu ke rumah susun (Rusun) milik Pemkot Surabaya,” ceritanya.

Risma juga mengimbau kepada para guru jika terjadi masalah silahkan lapor ke Dinas Pendidikan. “Saya tidak mau masalah di rumah dijadikan alasan untuk tidak bisa membuat anak-anak beprestasi. Karena itu, kita ingin urusan domestik harus clear,” tegasnya.

Di sisi lain, perempuan jebolan ITS Surabaya itu juga berharap agar para guru terus belajar menambah ilmu. Tidak hanya menempuh pendidikan di tingkat lebih tinggi, tetapi juga menambah ilmu melalui membaca koran ataupun majalah.

Termasuk juga belajar tentang teknologi informasi sehingga tidak gagap teknologi. Apalagi, Pemkot Surabaya sudah menyediakan fasilitas Broadband Learning Center (BLC) di beberapa lokasi agar warga Surabaya bisa belajar teknologi informasi secara gratis.

“Panjenengan isi waktu luang dengan terus belajar dan menambah ilmu. Jangan dipakai rasan-rasan. Kita bisa dapat ilmu dari mana saja. Isi otak dengan hal-hal positif. Seperti ceret (teko), kalau terus diisi, kan isinya penuh terus sehingga akan lebih optimal untuk mendidik anak-anak,” imbaunya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi menambahkan sebenarnya jumlah guru yang diusulkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk memperoleh kenaikan pangkat sebanyak 1718 orang.

“Penyerahan Surat Keputusannya (SK) dilakukan secara bertahap karena kan usulan dari dinas nya juga nggak bareng. Tapi yang jelas, untuk yang tahap II, SK kenaikan pangkatnya akan diserahkan dalam waktu dekat. Ini guru semua, kan tenaga fungsional,” bebernya.

Dari 1045 guru yang diberikan SK itu terdiri dari berbagai golongan. Di antaranya golongan IV sebanyak 18 orang, golongan III sebanyak 762, dan golongan II sebanyak 265 orang.

“Sedangkan menurut tempat tugasnya, ada 60 orang merupakan guru DPK (guru yang diperbantukan di sekolah), sebanyak 393 orang adalah guru Sekolah Dasar (SD), lalu 155 orang merupakan guru SMP. Lalu guru SMA sebanyak 234 dan guru SMK sebanyak 203 orang,” jelasnya. (wh)