Wow, 3 Lukisan Anak Bekebutuhan Khusus Surabaya Diborong Kolektor di Orasis

Wow, 3 Lukisan Anak Bekebutuhan Khusus Surabaya Diborong Kolektor di Orasis
Tri Rismaharini menghadiri pameran lukisan anaka berkebutuhan khusud di Orasis art Gallery, Jalan HR Muhammad, Surabaya, Sabtu (19/12/2015) malam. foto:detikcom

Sebanyak 20 karya berkebutuhan khusus dan anak jalanan binaan Pemkot Surabaya dipamerkan di Orasis art Gallery di Jalan HR Muhammad, Surabaya, Sabtu (19/12/2015) malam.

Pamerah lukisan bertajuk Believe Amazing Grace tersebut dibuka calon Wali Kota yang memenangkan Pilkada Surabaya Tri Rismaharini. Pameran ini merupakan yang keempat kali diikuti anak-anak berkebutuhan khusus dan anak jalanan.

Yang membuat bangga, tiga lukisan langsung terjual dengan harga masing-masing Rp 15 juta. Para undangan yang hadir pada pembukaan nyaris tidak percaya jika lukisan yang cukup indah dan hidup dengan ide-ide segar serta berani itu karya anak-anak disabilitas.

Jamil, salah seorang pendamping anak berkebutuhan khusus di UPTD Kalijudan, mengungkapkan karya lukisan Pina sering mengikuti pameran dan kerap terjual. “Karya Pina sejak masuk di UPTD Kalijudan sudah laku sepuluh lukisan ditambah malam ini dua lukisan,” jelas dia.Dua lukisan yang dibeli kolektor adalah bertema ikan karya Pina. Pina sendiri merupakan penyandang tuna rungu dan tuna wicara mengaku cukup gembira. Pina pun mengepresikan kegembiraannya dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan pendampingnya.

Wow, 3 Lukisan Anak Berkebutuhan Khusus Surabaya Diborong Kolektor di Orasis
Tri Rismaharini membuka pameran di Orasis art Gallery Surabaya. foto:detik.co

Elly, salah satu kolektor lukisan yang membeli karya Pina, mengungkapkan alasan di balik keinginan untuk membawa pulang goresan cat minyak bertemakan ikan itu. Sayangnya, nilai lukisan yang dibawanya pulang itu dirahasiakan.

Kata dia, lukisan Pina itu mempunyai nilai seni yang tinggi juga untuk sosial. “Yang terpenting baik untuk anak-anak dan sosial. Tapi karyanya memang sangat bagus dan bernilai seni yang tinggi,” ujarnya.

Risma usai membubuhkan tanda tangan di kedua lukisan itu mengaku sangat senang karya anak anak berkebutuhan khusus itu memiliki nilai seni yang cukup luar biasa dan sekarang sudah mulai bisa dikenal publik, khususnya kolektor lukisan.

“Saya melihat anak anak sudah mulai berani dalam melukis dan mulai dikenal kolektor lukisan. Mereka sekarang sudah semi mandiri, beberapa sudah punya tabungan dan terima kasih bantuan pelukis senior yang tidak kenal lelah membantu dan mengarahkan anak-anak dalam melukis,” ungkap Risma.

Perempuan yang mencatat sejarah menjadi wali kota pertama di Surabaya itu, juga mengungkapkan keinginannya untuk menyediakan galeri lukisan bersama sehingga bisa dimanfaatkan semua pelukis di Surabaya.

“Akan kita lihat dulu. Yang jelas tidak khusus untuk anak anak tapi untuk semua bisa pameran bersama nantinya,” tutur

Di ajang pembukaan pameran ini, seolah menjadi ajang temu kangen Risma dengan anak-anak yang tinggal di Liponsos UPTD Kalijudan. Bagimana tidak, kegiatannya semenjak pencalonannya sebagai wali kota Surabaya cukup padat.

Padahal saat memimpin Surabaya periode 2010-2015, Risma cukup dekat dengan anak-anak berkebutuhan khusus itu. Salah satu anak bernama Umai pun langsung memeluk Risma. “Bagaimana kabarmu,” kata salah satu wali kota terbaik dunia tersebut, lalu mengajak anak-anak foto bersama.

Kepala Dinas Sosial Supomo yang hadir mengaku cukup bangga dengan karya anak-anak tersebut. “Tugas kita untuk melakukan pendampingan, mereka juga hebatkan. Hasil penjualan lukisan itu langsung masuk ke rekening pelukisnya,” kata Supomo. (det/wh)