BMKG: Warga Surabaya Dimintai Waspadai Angin Kencang

BMKG: Warga Surabaya Dimintai Waspadai Angin Kencang

Warga Surabaya dan sekitarnya diminta mewaspadai cuaca ektrem. Dalam pekan ke depan wilayah Surabaya dan sekitarnya berpotensi diterpa angin kencang. Gejala tersebut sudah mulai terasa sejak beberapa hari lalu

Berdasarkan analisa Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, gejala angin kencang itu sudah mulai terlihat dampaknya. Di wilayah Kenjeran, sejumlah nelayan memilih memarkirkan perahunya. Angin kencang dan tingginya gelombang air laut yang mencapai lima meter, membuat mereka tak berani melaut. Tapi, ada juga sedikit nelayan yang nekat melawan bahaya karena tak punya pilihan.   

“Angin kencang yang terjadi akhir-akhir ini sejatinya masih terbilang normal. Namun, masyarakat Surabaya dan sekitarnya harus tetap waspada. Sebab, berdasarkan analisa BMKG Juanda, kecepatan rata-rata angin di wilayah Surabaya mencapai 5-40 km/jam,” ujar Ahmad Bisri, prakirawan BMKG Juanda..

Menurut dia, normalnya kecepatan angin di wilayah Surabaya berkisar 5-30 km/jam. Ini berarti wilayah Surabaya terjadi peningkatan kecepatan angin di awal tahun ini.

Bisri mengingatkan kepada pemerintah dan masyarakat untuk mewaspadai pemasangan baliho yang banyak tersebar di wilayah jalan protokol. “Baliho tersebut harus dipastikan sudah dipasang dengan kuat supaya tidak ambruk,” paparnya .

Pun dengan pepohonan berusia tua yang juga berpotensi roboh. Jika tidak diawasi, robohnya pohon dan baliho bisa membahayakan masyarakat yang melintasi jalan.

“Angin kencang tersebut potensinya cukup besar terjadi selama bulan Januari. Tapi, untuk potensi angin berputar seperti angin puyuh atau angin ribut potensinya kecil,” terang Bisri.

Bisri menambahkan, penyebab terjadinya angin kencang di Surabaya ini dikarenakan di daratan Australia tekanan udaranya terbilang rendah mencapai 933 milibar (HPa). Lain halnya di Indonesia yang tekanannya mencapai 1.007 – 1011 milibar (HPa). Seperti diketahui, hembusan angin diawali dari daerah bertekanan udara tinggi ke daerah bertekanan udara rendah.(wh)

Marketing Analysis 2018