Warga Jayawijaya Belajar Kuliner dan Handicraft di Pahlawan Ekonomi

Warga Jayawijaya Belajar Kuliner dan Handicraft di Pahlawan Ekonomi

Ramlia Salim (berjilbab) menghadiri pelatihan creative industry Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall, Senin (10/9/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Surabaya menjadi kiblat para pelaku usaha kreatif di Indonesia. Ini dibuktikan dengan makin banyaknya mereka belajar di Kota Pahlawan. Terbaru, 30 warga asal Kabupaten Jayawijaya, Papua mengais ilmu belajar menjadi pelaku usaha di pelatihan Pahlawan Ekonomi.

“Rencananya, kita akan belajar di Pahlawan Ekonomi mulai hari Senin sampai Sabtu (10-15 September 2018). Mudah-mudahan kita dapat menyerap berbagai ilmu dari pelatihan yang kita ikuti ini, sehingga saat pulang nanti ilmu bisa ditularkan kepada rekan-rekan kita di Papua,” ujar Ramlia Salim, Kepala Dinas Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Kabupaten Jayawijaya, Senin (10/9/2018).

Kata Ramlia, pihaknya akan mempelajari dan meningkatkan kemampuan di bidang handicraft dan kuliner. Pasalnya, kedua bidang itu dianggap strategis. “Kami masih banyak kendala, khususnya  keterbatasan pengetahuan dalam kegiatan produksi,” ujar dia.

Dia lalu menjelaskan, di Papua sudah bisa membuat berbagai olahan kuliner dan produk handicraft berupa tas noken, kain, dan lain sebagainya. Yang jadi pekerjaan rumah adalah mencari inovasi bahan. Karena bahan baku untuk membuat produk handicraft di sana mahal.

“Otomatis harga jual produknya juga pasti mahal. Nah, kita di sini belajar bagaimana cara memasarkan produk tersebut,” terang Ramlia.

Menurut Ramlia, selama ini warga di daerahnya masih belum sepenuhnya fokus membuat produk dan memasarkannya. “Seperti yang usaha handicraft. Sebagian besar melakukan kegiatan produksi hanya sekadar mengisi waktu senggang,” paparnya.

Dia menambahkan, warganya di Jayawijaya banyak yang memiliki profesi lain. Di antaranya petani, nelayan, dan pegawai swasta. Mereka melakukan kegiatan produksi hanya untuk mengisi waktu luang sembari menunggu panen atau menunggu waktu musim ikan.

“Padahal, jika mereka tekun, saya yakin mereka dapat lebih sukses lagi,” kupas Ramlia.

Untuk itu, tandas dia, pihaknya sangat berharap selepas ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi, mereka bisa membawa spirit baru, khususnya dalam kegiatan usaha seperti yang dimiliki pelaku usaha Pahlawan Ekonomi.

“Kami ingin menyadarkan mereka agar dapat menekuni usaha. Karena dengan begitu mereka dapat membuka lapangan pekerjaan baru,” kupasnya. (wh)

Warga Jayawijaya Belajar Kuliner dan Handicraft di Pahlawan Ekonomi
foto:arya wiraraja/enciety.co

Berikan komentar disini