Waralaba Korea Ramaikan Industri Kuliner Surabaya

Waralaba Korea Ramaikan Industri Kuliner Surabaya

Setelah membuka 17 gerai restoran ayam goreng khas Korea BonChon di Jakarta, Bali, dan Surabaya, PT Michelindo Food International memperkenalkan tiga menu barunya di Galaxy Mall, Kamis (12/12/2013).

Tiga menu (Triple Treat) tersebut adalah rice bowl, sweet fries, dan polka drink. Menu-menu baru itu masih mengandalkan ayam segar tanpa lemak dan tanpa pengawet khas kuliner Korea. Sausnya bun dibuat dari ekstrak buah-buahan.

“Kami juga masih konsisten menggunakan semua bahan-bahan makanan lokal, termasuk ayamnya. Ini berbeda dengan waralaba American fried chicken,” ujar CEO waralaba BonChon, Michelle E. Surjaputra.

Michelle menuturkan, BonChon melihat peluang bisnis kuliner ayam goreng ala Korea karena selama ini masih didominasi fast food ala Amerika. Padahal, fast food tersebut identik dengan lemak dan tepung yang tebal.

“Itu memang selera orang-orang Barat. Asian fried chicken, terutama Korea, sangat berbeda,” ungkapnya. Korean food, menurutnya, lebih classy dan healthy. Ayam digoreng tanpa memasukkan bagian lemak, sehingga isinya benar-benar daging.

BonChon lantas membidik Surabaya sebagai kota kedua setelah Jakarta. Selain memanfaatkan demam Korea, publik Surabaya yang dominan kelas menengah dan ke atas lebih sesuai dengan target segment BonChon. Di Surabaya sendiri, baru terdapat dua gerai BonChon, yakni di Tunjungan Plaza dan Galaxy Mall.

Untuk itu, kata Michelle, tahun 2014 BonChon akan terus melakukan ekspansi usaha. “Selain menambah gerai di Surabaya dan membuka baru di Solo, Bandung, Jogja, Makassar, dan Medan, kami sedang mengurus lisensi franchise khusus Indonesia,” urainya.

Michelle memperkirakan, untuk satu gerai BonChon butuh investasi sekitar Rp 1 miliar. Sejak didirikan tahun 2011, PT Michelindo Food International membawahi BonChon dengan sistem company operated. Lalu, karena ini makanan Korea, apakah kehalalannya terjamin? Michelle dengan tegas memastikan semua bahan dan proses yang dilakukan halal.

“Kami masih mengurus sertifikasinya ke BPOM dan MUI. Prosesnya memang panjang,” tukasnya.(wh)

Marketing Analysis 2018