Wali Kota Risma Puas Produk Pelaku Usaha Surabaya Banyak Diekspor

Wali Kota Risma Puas Produk Pelaku Usaha Surabaya Banyak Diekspor

Wali Kota Risma melihat pemeran produk Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda di Kaza City Mall, Minggu (2/5/2018).foto:humas pemkot surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku puas dengan perkembangan pelaku suaha kreatif Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda. Pasalnya, saat ini banyak produk mereka yang sudah diekspor.

“Tapi, jangan cepat puas. Pemkot terus memfasilitasi para pelaku usaha ini, termasuk stan penjualannya di berbagai tempat di Surabaya. Di mal-mal hampir semuanya kita sudah punya stan,” kata Wali Kota Risma saat menghadiri pameran produk Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725 di Kaza City Mall Surabaya, Sabtu (2/6/2018). Gelar produk itu diikuti 160 pelaku usaha yang terdiri dari 40 produk food dan 120 non food.

Wali Kota Risma juga mengajak para pelaku usaha terus bergerak untuk menuju perubahan di masa depan. Sebab, jika tidak ada gerakan, tidak akan ada perubahan di Kota Surabaya.

“Tidak ada rezeki yang datang tiba-tiba. Mana ada hujan uang. Industri kreatif ini tidak akan pernah mati, jadi ayo bergerak. Saya juga begitu, kalau saya gak gerak, Surabaya tidak akan berubah. Saya ingin warga Surabaya sejahtera,” tegas wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Selain di mal-mal, Wali Kota Risma juga menyatakan terus menambah stan penjualan produk pelaku usaha Surabaya, termasuk di park and ride dan beberapa tempat lainnya. “Kami terus berkomitmen mengembangkan ini,” cetus wali kota yang sarat prestasi internasional ini.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut hadir dalam gelar produk itu. Ia mengunjungi satu per satu stan yang memajang berbagai produk usaha kreatif tersebut. Bahkan, Wali Kota Risma juga berkali-kali memberi saran dan masukan untuk pengembangan produk. Ia pun terlihat memborong beberapa produk UKM itu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Risma menceritakan susahnya memulai program Pahlawan Ekonomi pada tahun 2010 silam. Saat itu, ia mengaku sempat syok dan kaget karena barang yang dihasilkan jelek semuanya.

Wali Kota Risma Puas Produk Pelaku Usaha Surabaya Banyak Diekspor
foto:humas pemkot surabaya

“Namun, minggu kedua hasilnya sudah lebih bagus. Sehingga dari situlah saya semakin optimis bahwa warga Surabaya pasti bisa mengembangkan ekonominya,” tutur dia.

Dengan berjalannya waktu, program Pahlawan Ekonomi semakin berkembang dan perekonomian Kota Surabaya semakin maju. Bahkan, pada awal ia menjabat tahun 2010, Pendapatan Asli Daerah (PAD)Kota Surabaya masih di kisaran Rp 19 miliar per tahun, tapi sekarang sudah mencapai Rp 5 triliun per tahun.

“Itu dari pajak-pajak itu. Artinya ekonomi di Surabaya terus bergerak, jika kota maju dan besar tapi warganya hanya jadi penonton dan bukan pelaku usaha, maka yang menikmati perputaran uang adalah orang lain. Makanya, saya ingin warga Surabaya menjadi tuan dan nyonya di kotanya sendiri,” ujarnya.

Karena itu, Wali Kota Risma meminta kepada para pelaku usaha di Surabaya terus belajar dan berinovasi. Sebab, ketika masuk di dunia industri kreatif, tidak boleh mengenal kata berhenti dalam belajar dan berinovasi.

“Kalau kita tidak kreatif dalam mengembangkan usaha kita, maka orang akan malas untuk membeli barang kita. Jadi, jangan banyak bicara, tapi harus banyak bekerja. Siap ibu-ibu?” tanya Wali Kota Risma yang disambut kata “Siap” oleh para pelaku usaha.(wh)

Wali Kota Risma Puas Produk Pelaku Usaha Surabaya Banyak Diekspor
foto:humas pemkot surabaya