Usung Solusi Logistik Nelayan, Tim ITS Rebut Juara

Usung Solusi Logistik Nelayan, Tim ITS Rebut Juara

Tim ITS yang meraih juara MIPA Road to Scientific Paper and Seminar #5 (MARSS #5. foto:ist

Departemen Teknik Sistem Perkapalan (Siskal) kembali mengharumkan nama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Melalui MIPA Road to Scientific Paper and Seminar #5 (MARSS #5) gelaran Kelompok Studi Ilmiah MIPA Saintis (KSI Mist) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), tim mahasiswa Siskal berhasil mengantongi juara dua dengan menelurkan inovasi berupa Enerfuel Platform, Minggu, (22/4/2018) lalu.

Adalah Bagas Bimantoro dan Muhammad Taufiq F yang harus berjuang sebelum mendapat juara. Floating cold storage bernama Enerfuel yang diusung oleh tim Siskal ini merupakan platform mandiri yang menggunakan pemanfaatan energi arus laut dengan gorlov helical turbine sebagai sumber energi listrik pada sistem penyimpanan ikan dan pendistribusian bahan bakar kapal untuk mengatasi masalah logistik nelayan di Indonesia bagian timur. Gorlov helical turbine sendiri merupakan turbin air yang merupakan pengembangan dari desain turbin Darrieus dengan mengubahnya menjadi spiral.

Gorlov helical turbine yang digunakan dalam enerfuel memiliki sudut 135 derajat yang menghasilkan daya 4866,67 kW yang mampu untuk menyuplai cold storage (ruang dingin) dengan kapasitas total 80 ton.

“Enerfuel juga mempunyai sistem pendistribusian bahan bakar yang mampu menampung 1.585 ton bahan bakar yang akan didistribusikan kepada tiga tipe kapal, yaitu kapal dengan kapasitas 100 GT (gross tonnage, red), 40 GT dan 20 GT,” tutur Bagas Bimantoro, salah seorang anggota tim.

Enerfuel ini akan diaplikasikan di laut Arafuru yang mempunyai potensi tangkapan ikan lebih dari 30 persen tangkapan ikan nasional (lebih dari 855 ribu ton per tahun).

“Di mana di daerah tersebut hanya terdapat 0,5 persen cold storage dari keseluruhan cold storage yang dimiliki Indonesia,” imbuhnya.