Usung Pahlawan Ekonomi ke Papua

Usung Pahlawan Ekonomi ke Papua

Jusmina Mauri (Ketua Komunitas Perempuan Yapentimur Kota Jayapura), Marta Erhai Likliwati (Koordinator Perempuan St Petrus Waena Papua), Nanik Heri (Coach Pahlawan Ekonomi Surabaya) dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (5/8/2016). foto: arya wiraraja/enciety.co

Sangat luar biasa. Kata itu yang sering diucapkan para perempuan asal Papua yang melakukan lawatannya di Kota Surabaya. Mulai 29 Juli 2016 lalu, merela tiba dan mengikuti kegiatan pelatihan Pahlawan Ekonomi Surabaya.

Marta Erhai Likliwati, Koordinator Perempuan St Petrus Waena Papua, mengungkapkan selama seminggu dia dan kawan-kawannya telah sadar. Dimana untuk berkembang dan memajukan lingkungan sekitar harus dapat memahami potensi diri.

“Sebenarnya hal sederhana yang ada pada diri kita dapat menjadi hal yang luar biasa. Seperti hal sederhana yang ada di sekitar kita. Jika kita mampu memanfaatkan secara maksimal, itu dapat menjadi produk yang cantik,” ujar Marta dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (5/8/2016).

Dia lalu mencontohkan eceng gondok yang selama ini sering dijumpai di Papua. “Kami sangat kaget ketika mengikuti pelatihan membuat tas dari eceng gondok. Tidak hanya tas, ternyata dengan proses yang sederhana, kita dapat memproduksi berbagai macam produk menarik dengan nilai ekonomi tinggi,” tutur Martha.

Senada, Jusmina Mauri (Ketua Komunitas Perempuan Yapentimur Kota Jayapura) memuji metode pembelajaran yang dilakukan para coach Pahlawan Ekonomi lebih gampang dicerna.

Marketing Analysis 2018