Usung Keragaman Budaya dalam Fashion Tenun dan Songket

Usung Keragaman Budaya dalam Fashion Tenun dan Songket

Peragaan busana tenun dan songket Bali di Hotel Garden Palace, Rabu (23/11/2016) malam. foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Desainer Anna Mariana mengenalkan keragaman warisan budaya Indonesia melalui kain tenun tradisional dalam pameran Indonesia Bagian Timur (IBT) Expo 2016 di Garden Palace Hotel, Rabu (23/11/2016) malam.

Anna mengusung sekitar 40 karya dengan bahan tenun ikat khas Bali. “Saya tertarik dengan motif dari daerah ini. Kali ini ada 40 karya dengan dominasi warna pastel atau soft,” kata Anna Mariana.

Perempuan yang sudah menggeluti dunia fashion selama 30 tahun ini, mengaku ingin fokus pada kreasi busana berbahan tenun ikat dan songket.

“Bahan kain ini hanya dimiliki oleh bangsa kita, dan menjadi ikonik khas daerah, khususnya Bali,” ujar desainer asal Solo ini.

Untuk warna, wanita berhijab ini cenderung memilih ungu yang dipadu dengan pink. Salah satunya adalah busana warna ungu lengan panjang yang motifnya menggunakan bentuk bunga bermekaran.

Bagian bawah busana ini menggunakan tenun dengan motif warna-warni dengan warna dasar biru dongker. Bagian bawahnya lebih mirip bawahan kebaya, namun sedikit lebih longgar dan aksen kainnya bergelombang pada sisi tengah depan.

Di samping kreasi busana kasual, Anna menampilkan pula rancangan yang banyak dipakai untuk para penari maupun berkegiatan pesta adat.

Tetapi, bila dipakai untuk pesta atau melakukan ritual adat, Anna menghadirkan busana motif emas. “Alasannya sederhana, sebab budaya Bali identik dengan warna-warna keemasan,” tutur dia. (wh)