Urgensi Mengelola Data Driven

Urgensi Mengelola Data Driven

Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (2/11/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Pelaku bisnis perlu memiliki dan mengelola data driven. Pasalnya, di era digital, data driven sangat dibuthkan dipakai untuk panduan mengambil keputusan.

“Sebagai pelaku bisnis mustinya kita dapat memanfaatkan data-data tersebut untuk kepentingan pengambilan keputusan,” kata Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (2/11/2018).

Untuk mengolah data driven, terang Kresnayana, ada empat hal penting yang harus diketahui dan dicermati, yakni kebetradaan data, informasi, knowledge, dan wisdom.

Menurut Kresnayana, pada prinsipnya data adalah fakta. Setelah data dianalisis akan berubah menjadi informasi. Selanjutnya, jika informasi ini dikumpulkan dan diolah, levelnya akan meningkat menjadi knowledge.

Jka knowledge dapat diterapkan dan dijadikan sebuah pijakan untuk merumuskan kebijakan, levelnya akan berubah menjadi wisdom.

Contohnya, sebut dia, cara mengonsumsi garam beryodium yang benar dengan dicampurkan ke dalam makanan di atas meja makan. Kalau tidak tahu data yang benar, bisa ikut memasak garam tersebut ke dalam makanan.

“Itu malah mengurangi kandungan yodium. Mustinya, agar zat yodium tidak larut ketika dimasak, kita mencampurkan garam saat kita akan makan,” tandas pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia ini.

Lewat contoh tersebut, Kresnayana ingin menjelaskan jika mengelola dan memanfaatkan data driven menjadi hal penting. Dulu, banyak orang salah kaprah dan tidak tahu cara mengonsumsi garam beryodium yang benar Setelah tahu, apakah orang-orang akan melakukan hal yang salah?

“Begitu juga dalam dunia bisnis. Jika pelaku bisnis dapat memanfaatkan serta mengolah data, mereka dapat lebih bijak dalam membuat segala keputusan,” jelas dosen statistikan ITS Surabaya itu.

Dia menambahkan,  jika dapat memanfaatkan data driven akan dapat menentukan langkah atau strateginya. Salah satu contohnya, pemanfaatkan dunia digital untuk berjualan ketimbang pola penjualan konvensional. “Ini dapat dilakukan karena saat ini semua orang telah mengakses dunia digital,” pungkas Kresnayana. (wh)

Marketing Analysis 2018