UMKM Naik Level Bila Mampu Berinvestasi

UMKM Naik Level Bila Mampu Berinvestasi
Pelatihan dari trainer Bursa Efek Surabaya kepada ratusan ibu-ibu pelaku UMKM Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City, Minggu (10/5/2015). Umar alif/enciety.co

Menjadi pengusaha sukses harus terus belajar dan mengetahui pentingnya penggunaan uang secara produktif dan memahami pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

Menurut Head of Education & Information Unit – Area 2 Education Division Indonesia Stock Exchange (IDX) Bursa Efek Indonesia Nur Harjantie, setiap orang harus mengetahui perekonomian. Sebagai manager keuangan atau pengusaha harus ada dana lebih untuk menghadapi inflasi kenaikan harga. Jangan hanya puas menabung dan harus mengikuti laju inflasi.

“Jangan hanya puas menabung hasil dari usahanya yang sudah ada. Pergunakan hasil keuntungan dari usaha untuk berinvestasi,” kata Nur Harjantie kepada enciety.co, Minggu (10/5/2015).

Bermacam-macam jenis investasi di Indonesia di antaranya obligasi, deposito, saham, reksadana dan lain sebagainya. Menurut dia, setiap masyarakat terutama pengusaha harus bisa dan mau berinvestasi.

Ia mencontohkan, bila masyarakat menabung yang akan digunakan untuk membeli motor tahun ini, maka harganya akan berbeda dengan tahun berikutnya hingga tidak terbeli.

Namun bila berinvestasi, maka masyarakat tak terkecuali usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat menempatkan dirinya di level tertinggi. Contohnya saham PT Pakuwon Jati yang dilepas dengan harga Rp 400 saja per saham.

“Minimal beli kan 100 saham atau satu lot dengan harga Rp 400 ribu maka kita bisa dikatakan memiliki Tunjungan Plaza. Maka akan dapat dividen atau keuntungan bila Pakuwon untung,” ujarnya.

Untuk membeli saham sendiri kini makin dipermudah. Dengan hanya bermodal Rp 100 ribu minimal dan obligasi Rp 3 juta minimal, maka masyarakat bisa berinvestasi beli di bursa saham. Persyaratannya setiap orang atau nasabah hanya serahkan KTP atau identitas diri diperusahaan sekuritas seperti Ipot sekuritis.

‘Nanti akan diberi single ID masyarakat yang mendaftar tersebut,” ujarnya.

Namun harus dipahami bila invetasi bisa naik dan turun. Tidak ada investasi yang bebas risiko. Semakin besar risiko makin tinggi keuntungannya. Maka berimbang.

Sama dengan usaha yang naik turun. “Investasi adalah sesuatu hal yang baru bagi para peserta UMKM,” jelasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018