UKM Kuasai 60-70 Persen Segala Unit Usaha

UKM Kuasai 60-70 Persen Segala Unit Usaha

Antoni Eka, Afid Nurcahya, dan Kresnayana dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (14/9/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Pertumbuhan usaha kecil menengah (UKM) sangat drastis. Sektor UKM telah menguasai sekitar 60-70 persen dari segala unit usaha. Jika ditinjau dari data Sensus Ekonomi, sektor ini tumbuh 100 persen kurun waktu 10 tahun, mulai tahun 2006 sampai 2016.

Hal itu diungkapakan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (14/9/2018).

Dalam acara itu dihadiri Afid Nurcahya (Penelaah Keberatan Kantor Wilayah Direktoral Jenderal Pajak (DJP) Jatim I) dan Antoni Eka (Pelaksana Kantor Wilayah Direktoral Jendral Pajak Jatim I).

Kata dia, masyarakat kini mengenal istilah knowledge economy. Pelaku usaha jenis ini mulai bermunculan seiring makin berkembangnya perangkat di era digital. Ciri dari pelaku usaha knowledge economy ini di antaranya memiliki skill khusus.

“Contohnya, mereka yang jago bahasa Inggris dapat membuka les bahasa Inggris. Terima pijat via digital, jasa desain via digital, jasa service kendaraan bermotor dan sebagainya,” kupas Kresnayana.

Bapak Statistika Indonesia itu lalu menjelaskan peraturan baru pemerintah yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 tahun 2018 yang di dalamnya terdapat aturan mengenai Pajak Penghasilan (PPh) Final Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari 1 persen menjadi 0,5 persen.

Kresnayana mengatakan, di Surabaya target penerimaan pajak tahun 2018 ini mencapai Rp 44 triliun. Untuk memenuhi target tersebut, hal yang harus dilakukan adalah menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya bayar pajak.

“Realita yang sekarang terjadi adalah masyarakat masih belum memahami tentang segala macam nilai positif yang didapat dari membayar pajak. Jadi, singkat kata, segala fasilitas negara yang dipakai masyarakat ini merupakan hasil dari ketaatan masyarakat membayar pajak. Jadi, ya tidak ada ruginya kita bayar pajak,” ungkap Kresnayana. (wh)

Marketing Analysis 2018