Tuntut Jaminan Sosial, Massa Datangi Grahadi

Tuntut Jaminan Sosial, Massa Datangi Grahadi
TIDAK PUAS : Unjuk rasa menuntut kejelasan jaminan sosial di depan Gedung Negara Grahadi (10/12/2013).

Puluhan massa yang menggelar aksi demo di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (10/12/2013). Mereka terdiri dari massa SBK-KSN, SPSI, SPN, GMNI, LAMRI dan SEBUMI.

Pengunjuk rasa meminta kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) agar lebih transparan untuk konsep jaminan sosial. “Ini merupakan bentuk kebohongan pemerintah pusat kepada para pekerja di Indonesia,” tegas Andik Pecie, koordinator aksi.

Menurut mereka, di dalam Undang-Undang Nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) hanya berkedok jaminan sosial. Pasal tersebut berisi asuransi sosial yang mengatur pengumpulan dana masyarakat. Mereka mempertanyakan masalah pendapatan deviden serta bagaimana dana tersebut diinvestasikan.

“BPJS isinya memaksa rakyat untuk membeli premi asuransi, terutama kesehatan,” sambungnya.

Penarikan iuran jaminan sosial pada masyarakat itu sendiri terbagi dalam empat kategori yaitu kelas 1: Rp 59 ribu perbulan, kelas 2: Rp 42.500 perbulan, kelas 3 non formal Rp 25 ribu perbulan dan kelas 4 golongan tidak mampu Rp 19.225 perbulan.

“Semestinya jaminan kesehatan maupun pendidikan adalah tanggung jawab mutlak negara,” teriaknya.

Pendanaan dalam sistem tersebut berasal dari APBN, dan jaminan sosial bukan asuransi sosial. Tidak boleh dipaksakan karena hal tersebut adalah hak sosial rakyat.

Kalau rakyat tidak membayar akan dikenakan sanksi. “Akan dikemanakan dana yang sudah terkumpul di Askes, Jamsostek, Asabri, dan Taspen,” tanya peserta aksi. (wh)

Marketing Analysis 2018