Tunjangan Guru Ngaji, Dispendik Surabaya Gelontor Rp 36 M

Tunjangan Guru Ngaji, Dispendik Surabaya Gelontor Rp 36 M
Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan. foto: avit hidayat/enciety.co

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggelontorkan Rp 36 miliar alokasi anggaran untuk kenaikan tunjangan guru ngaji dan guru minggu di seluruh Surabaya.

Kepala Dispendik Kota Surabaya Ikhsan mengungkapkan, setiap guru ngaji dan guru minggu akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp 250 ribu per bulannya.

Kata Ikshan mengungkapkan, alasan pihaknya menaikkan alokasi anggaran untuk tunjangan guru tak lain karena selama ini tunjangan untuk guru ngaji dan guru minggu sangat minim. Setiap bulannya mereka hanya mendapatkan Rp 100 ribu dari Pemkot Surabaya.

“Kita ingin kesejahtereaan guru juga lebih layak. Awalnya, tunjangan transport mereka (guru ngaji dan guru minggu) itu hanya Rp 100 ribu kita naikkan jadi Rp 250 ribu. Karena itu sejak tahun 2015 ini sekitar 12 ribu guru kita naikkan tunjangannya,” bebernya kepada wartawan, Rabu (8/4/2015).

Jumlah tersebut kata Ikhsan, berasal dari 10.877 guru ngaji, 713 guru sekolah minggu untuk agama Kristen, 319 guru sekolah minggu untuk agama Katolik, dan 73 guru sekolah minggu untuk agama Hindu. Jika ditotal, maka Pemkot Surabaya sedikitnya menganggarkan Rp 36 miliar untuk tunjangan tersebut.

“Ini belum kita terapkan, nantinya pembayaran akan dilakukan secara transfer melalui rekening dengan melengkapi beberapa persyaratan. Di antaranya bagi guru ngaji di TPQ (taman pendidikan Alquran) yang sudah mempunyai nomor induk registrasi dari Departemen Agama (Depag) Kota Surabaya. Begitu pun bagi guru minggu,” jelas dia.

Lebih rinci ia menyebutkan, nantinya jumlah peserta didik setiap lembaga minimal 10 anak. Lalu setiap guru minimal mengajar 10 anak didik, setiap guru hanya berhak mendapatkan bantuan transport dari 1 lembaga, dan setiap guru wajib melampirkan fotocopy Kartu Keluarga sebanyak satu lembar. (wh)

Marketing Analysis 2018