Tips Meracik Komposisi Warna dalam Sablon

Tips Meracik Komposisi Warna dalam Sablon

Pelatihan sablon Pejuang Muda Surabaya di Kaza City mall, Sabtu (28/7/2018). foto: arya wiraraja/enciety.co

Mencampur warna dan menghasilkan warna baru adalah satu dari kemampuan yang wajib dimiliki untuk menyablon. Dengan dapat menguasai teknik ini, kita bisa menciptakan warna custom yang tidak dapat dibeli di toko.

“Warna-warna tersebut di antaranya jenis neon colors. Seperti warna tosca, yang dibuat dengan komposisi campuran warna merah muda 40 persen, kuning 40 persen dan biru 20 persen,” terang Ahmad Arief, mentor pelatihan sablon Pejuang Muda Surabaya, dalam pelatihan yang diadakan di Kaza City Mall, Sabtu (28/7/2018).

Arief menuturkan, selain bisa menciptakan warna custom, lewat teknik mencampur warna ini, juga dapat menghemat biaya produksi. Artinya, kita dapat menghemat pemakaian warna atau tinta sablon.

“Contohnya, jika warna yang dibutuhkan sedikit, kita dapat meracik warna tersebut dengan menggunakan teknik mencampur warna. Jadi intinya kita bisa tepat guna,” tegasnya.

Kata Arief, untuk menguasai teknik mencampur warna, ada beberapa komponen yang perlu diketahui. Pertama, pigmen warna. Ini untuk memahami perubahan warna ada saja yang dapat dihasilkan dari proses mencampur warna. Kedua, larutan perekat.

“Dua komponen dasar ini wajib diketahui. Terkadang, kita sudah pas dalam mencampur bahan hingga menghasilkan tinta yang sesuai. Namun, saat proses menyablon di media kain atau plastik, warnanya berubah. Nah, untuk mempertahankan warna yang sudah diracik, kita butuh memahami kedua komponen tersebut,” tegasnya.

Selanjutnya, terang Arief, pemilihan merek tinta juga sangat mempengaruhi dalam proses mencampur warna. Menurut dia, untuk menghasilkan warna yang sesuai hendaknya dapat memilih satu merek tinta sablon.

“Ada empat merek warna terkenal yang kita rekomendasikan kepada peserta pelatihan. Lalu, untuk menekan tingkat kegagalan mengombinasikan warna, kita menyarankan agar menggunakan satu merek cat saja,” beber Arief. (wh)

Marketing Analysis 2018