Tingkatkan Metode Inovatif, MMT ITS Hadirkan Tutor dari Singapura

Tingkatkan Metode Inovatif, MMT ITS Hadirkan Tutor dari Singapura

Prof Mark Goh dari National University of Singapore. foto: humas its

Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (MMT-ITS) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikannya. Salah satunya melalui program One Day Teaching Workshop yang mengambil tema Innovative Methods for Teaching Business Students di Hotel Swiss Bellin Manyar, Surabaya, (24/8/2018).

Dalam workshop sehari tersebut, para dosen dari Departemen Manajemen Teknologi yang membawahi Prodi MMT ITS dibekali dengan materi dan pelatihan tentang cara inovatif dalam mengajar. Dengan menghadirkan langsung pembicara dari National University of Singapore (NUS) Business School Prof Mark Goh, di mana karya jurnal dan buku-bukunya sudah cukup mendunia.

Kepala Departemen Manajemen Teknologi ITS Prof Ir I Nyoman Pujawan mengatakan, workshop ini ditujukan agar para dosen di lingkungan departemen yang dipimpinnya memiliki pengalaman yang berbeda tentang bagaimana menggunakan metode-metode inovatif di dalam proses pembelajaran.

Ia menuturkan, MMT ITS ini memang sekolah bisnis yang berbasis teknik. Dosennya pun banyak yang berlatar belakang dari bidang teknik. Untuk itu, diakuinya bahwa pendidikan bisnis di universitas umum metodenya cukup berbeda dengan cara pengajaran di institusi yang mengajarkan program teknik. Sehingga, MMT ITS perlu untuk mengetahui perkembangan metode-metode pembelajaran di sekolah-sekolah bisnis yang memang sudah memiliki reputasi bagus di dunia pendidikan internasional.

“Kita (MMT ITS, red) perlu mendapatkan perbandingan atau pengalaman dari NUS sebagai perguruan tinggi top class dunia yang sudah terbiasa menggunakan cara-cara yang inovatif dalam memberikan pembelajaran,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, selama ini model pengajaran tradisional berupa dosen yang menyajikan materi secara penuh di kelas. Untuk mahasiswa MMT ITS yang mayoritas sudah bekerja dan jam kuliahnya malam hari, memang tidak sepenuhnya efektif. Sehingga MMT ITS perlu mencari formula yang berbeda agar proses pembelajaran jadi lebih efektif.

“Melalui proses pembelajaran inovatif akan banyak membuat mahasiswa lebih aktif dan perkuliahan malam akan menjadi lebih hidup,” tegas pria yang juga dosen di Departemen Teknik Industri ITS tersebut.

Sementara itu, Prof Mark Goh dalam menyampaikan materinya mengatakan, kebanyakan pengajar biasanya menyiapkan materi pembelajaran sehari sebelum perkuliahan dimulai. Namun, untuk proses pembelajaran aktif dan inovatif setidaknya dibutuhkan waktu selama dua minggu sebelumnya untuk menyiapkan materi-materi tersebut.

“Kita (dosen, red) harus menyiapkan materi yang menarik, perbanyak studi kasus, kurangi penggunaan full materi dengan kata dan perbanyak gambar, serta dosen juga harus memikirkan strategi antisipasi jika kondisi kelas menjadi pasif,” tandasnya.

Pada active learning yang didasarkan pada buku karya Edgar Dale berjudul Audio Visual Method in Teaching, poin penting yang harus dilakukan adalah diskusi dua arah ataupun grup ketika proses pembelajaran. Kemudian melakukan studi kasus serta mempraktikkan secara bersama apa yang sedang dipelajari. Hal ini menempati posisi pertama dalam klasifikasi apa yang bisa diingat lebih lama oleh para mahasiswa.

Oleh karena itu, output dari acara ini nantinya adalah diharapkan dosen banyak menggunakan studi kasus untuk lebih merangsang para mahasiswa MMT ITS agar lebih aktif. Serta proses belajar mengajar akan lebih hidup di perkuliahan pada malam hari.

Pria yang sering disapa Nyoman itu juga menuturkan, workshop dengan menghadirkan pembicara dari perguran tinggi internasional semacam ini, setidaknya akan dilakukan setahun sekali untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan MMT ITS ke depannya. (wh)