Tiga Tower PP Properti Dibeli Investor Dubai

Tiga Tower PP Properti Dibeli Investor Dubai

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat, Wali Kota Tri Rismaharini, dan Managing Director Budget Petroleum Zahid Bashir di Kediaman Wali Kota Surabaya, Jumat (6/7/2018). foto: agus wahyudi/enciety.co

Tiga tower dari proyek apartemen di Surabaya garapan PT PP Properti Tbk dibeli investor Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Budget Petroleum, melalui  PT Arvada Investama. Ketiga tower tersebut senilai Rp 2,1 triliun.

Tiga tower apartemen milik PPRO di Surabaya tersebut masing-masing berada di tiga proyek, yaitu Grand Shamaya, Grand Dharmahusada Lagoon, dan Grand Sungkono Lagoon.

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat menegaskan, pembelian tiga tower tersebut menjadi bukti kepercayaan pasar terutama investor asing terhadap keamanan dan kenyamanan investasi di Surabaya.

“Ini merupakan pertama kalinya investor asing masuk properti. Kami berterima kasih kepada Pemkot Surabaya yang mendukung dan melancarkan segala izin-izin serta upaya wali kota yang menciptakan suasana kondusif bahkan setelah terjadinya teror bom Surabaya,” ujar Taufik Hidayat, saat kunjungan di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (6/7/2018).

Direktur Utama Arvada Investama Nanang Supriadi menambahkan, sebelum menawarkan investasi kepada pihak asing, pihaknya lebih dulu melakukan analisa di setiap kota di Indonesia. Dari analisa tersebut, Surabaya terpilih menjadi tujuan investasi, sekaligus memilih proyek milik PP Properti lantaran dianggap memiliki nama besar sebagai BUMN.

“Kami sendiri tertarik menyasar Dubai karena Dubai dulu pernah terpuruk tetapi langsung bangkit, ini yang perlu di copy paste,” jelasnya.

Adapun proyek Grand Shamaya berada di pusat kota, Grand Dharmahusada Lagoon di timur dan Grand Sungkono Lagoon berada di Surabaya Barat.

Grand Shamaya dibangun di atas lahan 1,6 ha di kawasan segitiga emas, Central Business District (CBD) Surabaya. Pengembangan Grand Shamaya turut menggandeng konsultan-konsultan kelas dunia seperti Aedas, Alex Bayusaputro dari Genius Loci dan Hitachi.

Grand Shamaya memiliki lima tower yang dilengkapi dengan fasilitas waterfall tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 35 meter.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan dipilihnya Surabaya sebagai lokasi investasi asing menunjukkan bahwa Surabaya sudah layak untuk investasi internasional.

“Selama inikan kebanyakan investor lokal baik dari Surabaya maupun Indonesia. Jadi ini adalah kesempatan yang baik buat kita, bukan hanya untuk mencari pendapatan negara saja tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga Surabaya,” ujarnya. (wh)

Berikan komentar disini