Tiga Tim Andalan ITS Siap Berlaga di Ajang Internasional

Tiga Tim Andalan ITS Siap Berlaga di Ajang Internasional

Rektor ITS Prof Joni Hermana menghadiri acara pelepasan tim ITS yang bakal mengikuti kompetisi internasional, Selasa (5/6/2018).foto:humas pemkot surabaya

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali berkesempatan menunjukkan prestasi terbaiknya di ajang internasional. Kali ini melalui Tim Ichiro, Sapuangin dan Roboboat Barunastra yang bakal unjuk diri di kompetisi internasional di tiga negara yang berbeda.

Ketiga tim kebanggaan ITS ini dilepas Rektor ITS, Prof Joni Hermana di Gedung Rektorat ITS, Selasa (5/6/2018).

Dalam sambutannya, Joni mengungkapkan jika ketiga tim tersebut dari segi teknisnya memang cukup kompetitif dengan tim negara lain. Misalnya saja, Tim Sapuangin yang sudah berturut-turut menjadi juara Asia Pasifik, Tim Ichiro yang pernah meraih juara umum di ajang FIRA HUROCUP 2016 di Taiwan, dan Tim Barunastra dengan capaian juara tiga dalam Annual International Roboboat Competition di Amerika Serikat pada dua tahun silam.

“Kini sudah saatnya ketiga tim tersebut layak menjadi juara dunia,” tandas guru besar Teknik Lingkungan ini saat memberikan sambutan pelepasan tim.

Mengenai kompetisi yang ditandingkan nanti, tim Barunastra dengan kapal autonomous Nala Heroes akan berlaga di Florida, Amerika Serikat (AS) di ajang 11th Annual International Roboboat Competition, 18 – 24 Juni mendatang. Tim Ichiro sendiri dengan robot soccer-nya  bersiap untuk bertanding di ajang RoboCup 2018 di Montreal, Kanada pada 15 – 22 Juni nanti. Sedangkan, tim Sapuangin dengan mobil hemat energinya akan berkompetisi pada Drivers’ World Championship Grand Final (DWC) yang dilaksanakan di London, Inggris pada 8 Juli mendatang.

Terkait teknisnya, kapal Nala Heroes yang tanpa awak tersebut dipersiapkan tim Barunastra untuk menyelesaikan misi yang ada dengan menggunakan berbagai macam sensor di antaranya ada SRF yang berguna sebagai sensor jarak, kamera untuk menangkap gambar sekitar, serta digunakan dua buah GPS untuk hasil navigasi yang lebih akurat.

“Misi yang harus dicapai yaitu kapal harus bisa mengikuti bendera yang dijalankan dengan menggunakan sensor tersebut, jadi untuk menggerakan kapal tidak menggunakan remote sama sekali,” beber Rudy Dikairono ST MT, dosen pembimbing tim Barunastra di hadapan awak media.

Marketing Analysis 2018