Tiga Teknik Sulam Membuat Taplak Meja Rajut Mawar

Tiga Teknik Sulam Membuat Taplak Meja Rajut Mawar

Teks: Pelatihan Pahlawan Ekonomi cluster creative industry di Kaza City Mall, Sabtu (6/1/2018). foto:arya wiraraja/enciety.co

Peningkatan kualitas dan kualitas produks aksesoris menjadi target Pahlawan Ekonomi pada tahun 2018. Karena itu, berbagai pelatihan produk terus dilakukan.

Seperti pada Sabtu (6/1/2018), Pahlawan Ekonomi cluster creative industry menggelar pelatihan membuat taplak meja rajut mawar. Pelatihan dihelat di Kaza City Mall itu, berbarengan dengan Launching Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya 2018.

Menurut Henny Subagyo, mentor Pelatihan creative industry intermediate, untuk membuat produk taplak meja rajut mawar membutuhkan 3 teknik sulam. Yakni, teknik tusuk ganda atau double crochet, teknik tusuk tunggal, dan teknik sulam bunga rajut.

“Membuat produk ini memang agak sulit karena butuh tiga teknik rajut. Yang musti diperhatikan adalah langkah-langkah membuatnya,” ungkap dia.

Henny lalu menjelaskan, ada beberapa bahan dan alat yang perlu disiapkan untuk membuat produk taplak meja rajut bunga mawar. Yakni benang rajut, jarum rajut, benang jahit, jarum jahit dan kain perca.

Kata Henny, dibutuhkan tiga langkah untuk membuat produk tersebut. Pertama, membuat taplak meja dari kain perca berbentuk donat. Kedua, membuat rajutan berbentuk bunga mawar di tengah taplak. Ketiga, finishing dengan menambahkan hiasan rajut pada daerah paling luar dari taplak. “Tiga langlah ini perlu dilakukan agar tidak kesulitan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Henny menyoroti beberapa peserta pelatihan yang ikut. Di mana banyak di antara merekka yang kesulitan merajut bunga mawar.

“Untuk merajut bunga mawar lebih gampang jika dirajut di luar taplak. Setelah jadi, baru kita satukan antara taplak dengan rajutan bunga mawar. Itu perlu dilakukan karena selain hasil rajutannya lebih halus, kita juga tidak kesulitan membuat rajutan bunga mawar,” kupas dia.

Terkait harga produk, menurut Henny, produk ini bisa dijual dengan harga Rp 120-170 ribu. “Bergantung kualitas produknya. Jika kualitasnya makin bagus, harganya makin tinggi,” pungkas Henny. (wh)