Tiga Pilar Knowledge Management yang Harus Dipahami Marketer

Tiga Pilar Knowledge Management yang Harus Dipahami Marketer

Unung Istopo Hartanto, narasumber Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Surabaya, Selasa (9/10/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Ada tiga pilar knowledge management yang harus dipahami marketer. Pertama, knowledge for customer (apa yang diberikan untuk pelanggan). Kedua, voice of customer (apa yang didapat dari pelanggan). Ketiga, knowledge about customer (apa yang diketahui tentang pelanggan).

“Ketiga hal ini sangat menentukan perkembangan penjualan produk,” tandas

Unung Istopo Hartanto, Knowledge and Data Mining Manager Enciety Business Consult, dalam Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Selasa (9/10/2018).

Menurut Unung, tiga pilar knowledge management tersebut didapat para marketer dari data pelanggan. Knowledge management ini merupakan modal utama seorang marketer untuk melakukan kegiatan marketing.

“Dahulu, banyak orang memandang remeh ketersediaan data. Namun, saat ini keberadaan data ini menjadi hal vital bagi para pengusaha. Terlebih para marketer dalam menentukan strategi penjualan,” tandas dia.

Bagi Unung, ketersediaan data pelanggan ini nilainya jauh lebih berharga ketimbang nilai produk yang dijual. Jika dibahas secara detail, data pelanggan ini dapat digunakan perusahaan hingga kurun waktu beberapa tahun ke depan.

“Contohnya, ketika perusahaan dapat menjual satu produk makanan, perusahaan tersebut dapat mengetahui kecenderungan selera pelanggan, umur pelanggan yang menyukai produk tersebut, dan dari bekal data itu tadi perusahaan dapat menentukan strategi usaha ke depan,” papar dia.

Unung juga menjelaskan, jika dibandingkan lebih penting mana antara pelanggan baru dengan pelanggan lama, ia lebih memilih pelanggan lama. Hal itu dikarenakan pelanggan lama adalah mereka yang loyal terhadap produk yang ditawarkan perusahaan. Sedangkan pelanggan baru belum tentu menjadi pelanggan loyal.

“Saya percaya, lebih sulit mencari pelanggan baru ketimbang mempertahankan pelanggan lama. Untuk itu, seorang marketer harus menjaga pelanggan yang sudah ada itu dengan cara-cara jitu,” tutur dia. (wh)

Marketing Analysis 2018