Tiga Penyakit yang Pantas Diwaspadai di Musim Hujan

Tiga Penyakit yang Pantas Diwaspadai di Musim Hujan

Yohana Sussie Emissa dan Mira Novia dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (5/10/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Ada tiga penyakit yang sering hadir ketika pergantian musim. Yakni, diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan demam berdarah. Untuk dapat menangkal tiga penyakit tersebut, masyarakat harus menjaga pola hidup bersih, mengatur pola makan dan pola hidup agar kondisi tubuh tidak mudah menurun.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Mira Novia dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (5/9/2018).

Kata Mira, untuk menghadapi peralihan musim, satu hal langkah yang telah disiapkan Pemerintah Kota Surabaya dengan membuat surat edaran wali kota. Dalam surat itu dijelaskan bagaimana cara atau metode prevention (pencegahan) yang dapat dilakukan masyarakat.

“Contohnya, untuk menghindari penyakit demam berdarah, kita dapat melakukan langkah pencegahan yang dikenal dengan 3M plus. Langkah menutup tempat penampungan air, menguras saluran air dan memanfaatkan barang bekas agar digunakan nyamuk untuk berkembang,” kata Mira.

Lalu, sambung dia, untuk plusnya diwajibkan untuk menjaga dan memperhatikan barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Contohnya, vas bunga dan tumpukan cucian di rumah.

Mira juga mengatakan, diperkirakan Surabaya bakal menghadapi musim hujan pada pertengahan atau akhir November 2018. “Lalu memasuki musim panas lagi pada bulan Mei 2019 mendatang,”  ujar Mira.

Dalam kesempatan sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes surabaya drg Yohana Sussie Emissa mengatakan, sampai saat ini seluruh jajaran tingkatan kecamatan dan kelurahan selalu menggerakkan masyarakat agar selalu membersihkan lingkungan.

“Yang rutin yang selalu kita lakukan adalah kerja bakti setiap minggu dan terus melakukan pemahaman kepada masyarakat terkait hidup bersih dan hidup sehat,” ungkap dia.

Disamping itu, terang Yohana, saat ini Pemkot Surabaya juga memiliki program pelayanan pos terpadu. Dalam program tersebut, pemkot melakukan screening secara terpadu pada warga yang berusia antara 15-59 tahun.

“Dalam program itu, kita melihat tingkat obesitas. Mulai dari lingkar perut, tekanan darah, kadar gula dalam darah, kadar kolesterol dan lain sebagainya. Dengan langkah itu, kita bisa melihat kondisi kesehatan warga dan melakukan program pencegahan potensi penyakit,” papar Sussie. (wh)

Marketing Analysis 2018