Tiga Mobil Listrik Diujicoba di Balai Kota Surabaya

Tiga Mobil Listik Diujicoba di Balai Kota Surabaya
City Car listrik, Ahmadi, dan bus listrik diuji coba di Balai Kota Surabaya (9/12/2013)

Tiga kendaraan prototype diuji coba Kementerian Riset dan Teknologi di Balai Kota Surabaya, Senin (9/12/2013). Kendati Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini batal hadir, uji coba tetap dilakukan.

Sports car Selo, buatan rumah modifikasi Kupu-Kupu Malam, Yogyakarta dan dua mobil listrik buatan Dasep Ahmadi asal Depok berupa city car listrik dan bus listrik.

Setelah dipamerkan di Bandung, Jogjakarta, dan Solo, ketiganya dilepas dari depan pelataran Balai Kota Surabaya. Selo dan Ahmadi lalu berputar di sekitar komplek Pemkot. Mulai Jaksa Agung Suprapto, Walikota Mustajab, Ambengan, Jaksa Agung Suprapto, lalu kembali ke Taman Surya.

Asisten Deputi IPTEK Pemerintah Kementerian Riset dan Teknologi, Pariatmono menjelaskan tingkatan kesiapan teknologi mobil listrik yang dikembangkan. Menurutnya, saat ini mobil listrik tersebut telah mencapai level tujuh. “Dari level tujuh ke delapan, mobil listrik membutuhkan uji coba di lingkungan sebenarnya,” papar Pariatmono.

Untuk mencapai level sembilan atau tahapan terakhir untuk proses industrialisasi, pemerintah perlu membuat regulasi mengenai insentif dan pajak. Serta, ketersediaan modal untuk melakukan bisnis di bidang mobil listrik.

Pemerintah mentargetkan Indonesia sudah bisa memproduksi dan menggunakan kendaraan massal berbasis listrik pada tahun 2017. yang nantinya digunakan untuk angkutan dalam kota dan kendaraan operasional instansi-instansi pemerintah sebagai awalnya.

Disinggung soal kemungkinan digunakannya mobil listrik sebagai angkutan dan kendaraan pemerintah, Pariatmono tak mau berspekulasi. “Masih banyak yang harus dipersiapkan. Infrastruktur sumber baterai, mirip SPBU pada sumber energi berbasis BBM. Kemudahan akses ke stasiun pengisian ulang baterai mobil listrik, akan memudahkan masyarakat memakai mobil-mobil listrik itu,” ulasnya.

Sementara, Kepala Litbang Pemprov Jawa Timur Priyo Dharmawan, sangat mengapresiasi mobil listrik karya anak bangsa tersebut. “Ini merupakan awal kebangkitan dari penemuan anak bangsa khususnya dalam teknologi mobil listrik,” kata Priyo usai ikut bersama rombongan menjajal bus listrik Ahmadi

Begitu pula Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Eddi, menyatakan siap mendukung seandainya angkutan maupun bus dalam kota menggunakan teknologi mobil listrik itu. “Kami pasti dukung, karena keberadaan mobil listrik akan menghemat penggunaan BBM dan mengurangi polusi,” ujarnya. Namun Eddi menilai, hal tersebut memerlukan pengkajian dan persiapan yang matang.

Kegiatan uji coba tersebut merupakan salah satu tahapan dalam riset pengembangan kendaraan listrik. Yakni pengujian purwarupa pada lingkungan sebenarnya, yang menjadi kelanjutan pengujian purwarupa pada lingkungan buatan. Tahapan tersebut sangat penting untuk mencapai tingkat kesiapan teknologi (technology readiness level) tertinggi, menuju industrialisasi kendaraan listrik.

Sehari sebelumnya, mobil listrik sport Selo dan city car Dasep Ahmadi dipamerkan kepada publik Surabaya pada Car Free Day di Jalan Raya Darmo, Minggu (8/12/2013).(wh)

Marketing Analysis 2018