Tiga Komoditas Pertanian di Jatim Surplus

Tiga Komoditas Pertanian di Jatim Surplus

Bagus AdhirasaIr. Hadi Sulistyo dan Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Awal 2019, ada tiga komoditas pertanian yang menjadi produk unggulan di Jatim. Yakni, beras, jagung dan kedelai.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Jatim Hadi Sulistyo menuturkan, di wilayah Jatim dari tiga komoditas tersebut meraih surplus pada hasil panen tahun 2018.

“Untuk beras angkanya mencapai 4,8 juta ton. Sedangkan jagung angkanya 6,7 juta ton. Kedelai hasilnya kurang maksimal, namun di tahun 2019 ini kami optimis bakal meningkat,” kata Hadi dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya yang dipandu Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, Jumat (11/1/2019).

Saat ini, terang Hadi, di Jatim masih banyak lahan pertanian kosong yang belum termanfaatkan. Salah satunya di wilayah Pulau Madura yang jumlahnya mencapai tiga ribu juta hektar.

“Tanah di Madura ini memiliki jenis yang sangat baik untuk tanaman pangan. Jika lahan dimadura ini bisa dimaksimalkan lagi, kami percaya kita bakal meningkatkan hasil pertanian di 2019-2020 mendatang,” tegas Hadi.

Hadi juga menjelaskan jalan keluar yang dapat diambil para petani menangani kesulitan ketersediaan air irigasi. Menurut di, sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan seluruh pemerintah daerah untuk menanggulaginya.

“Sementara, para petani dapat melaporkan kesulitan air irigasi melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan). Setelah itu, kami kami dapat menaggapi hal tersebut. Hal itu harus dilakukan karena saat ini kita masih belum punya undang-undang tentang hal itu,” jabarnya.

Sementara untuk para petani yang saban tahun terhambat dengan adanya banjir atau kelebihan air, Hadi menyarankan dapat menanam varietas padi yang tahan terhadap banjir. Untuk pengerukan irigasi bisa dilakukan, tapi biayanya jelas besar.

“Nah, mau tidak mau kita harus dapat mengubah jenis padi yang kita tanam. Sehingga petani tidak hanya satu kali panen selama setahun. Jadi bisa dua sampai tiga kali panen,” tandas Hadi. (wh)