Tiga Hal yang Sangat Mempengaruhi Usaha Jasa Logistik

Tiga Hal yang Sangat Mempengaruhi Usaha Jasa Logistik

Ketua Asosiasi Jasa Pengiriman Indonesia Wilayah Jawa Timur Djohan Djanudji, , Eka Pratiwi Hediani (Marketing Go-Box Surabaya), dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (20/1/2017). foto:arya wiraraja/enciety.co

Perkembangan dunia usaha jasa logistik yang ada di Indonesia dipengaruhi tiga hal. Pertama, adalah berkembangnya bisnis e-commerce. Kedua, ketersediaan infrastruktur, seperti jalan, lapangan terbang, pelabuhan dan lain sebagainya.

“Kedua kemajuan tersebut lantas menghadirkan poin ketiga, yakni makin meningkatnya aksesibilitas. Dengan kata lain, kini orang semakin mudah mendapatkan barang atau sebuah layanan,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue  Radio Suara Surabaya, Jumat (20/1/2017).

Kresnayana lalu menjelaskan, dulu para pelaku usaha menangani juga ikut menangani bidang ini. Namun seiring dengan berkembangnya usaha dan zaman, kini para pelaku usaha bakal kewalahan menggarap bidang ini.

“Bidang jasa logistik harus benar-benar digarap secara profesional. Contohnya, pengiriman dalam kota, antarkota hingga antarprovinsi, bahkan pengiriman hingga langsung kedepan pintu rumah. Jadi bidang ini adalah bidang yang sangat potensial yang harus digarap serius,” urai pakar statistik ITS tersebut.

Selain itu, sambung Kresnayana, dalam bisnis jasa logistik kini lebih berkembang. Mulai dari urusan sirkulasi pergudangan, IT application, hingga payment system kini telah mampu ditangani oleh logistics system.

Perubahan-perubahan ini sangat meningkatkan produktivitas. Contohnya, pada Hari Belanja Online Nasional (HarBolNas #1212Sale) yang dimulai pada 12 Desember yang lalu.

“Kami mencatat selama 3 hari pelaksanaan, perputaran uang yang terjadi kurang lebih ada sekitar Rp 1 triliun dengan lebih dari 2 juta item. Jika dibandingkan, angka tersebut setara dengan penghasilan yang didapat oleh 40 mal dalam kurun waktu 40 hari,” terang ulas Kresnayana.

Di Surabaya, sebut Kresnayana, saban hari ada sekitar setengah juta barang dan dokumen yang butuh penanganan dari jasa logistik. Angka tersebut masih terbilang kecil. Karena logikanya, jika dilihat dari jumlah nasabah bank di Surabaya angkanya lebih dari satu juta. Otomatis, jumlah dokumen yang harus diantar lebih dari angka tersebut.

“Belum lagi jumlah antar barang dan makanan. jadi dengan kata lain bisnis logistik ini kini bakal menjadi salah satu bisnis baru yang bakal meledak di tahun 2017 kedepan,” papar dia. (wh)

Marketing Analysis 2018