Tiga Hal yang Perlu Dicermati dari Branding and Packaging UKM

Tiga Hal yang Perlu Dicermati dari Branding and Packaging UKM

Pelatihan branding and packaging Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, Sabtu (26/5/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Diperkirakan hingga 2017, jumlah pelaku usaha sudah menembus angka 60 juta. Dari jumlah itu, masih banyak produk UKM yang membutuhkan perbaikan dari sektor kualitas produk, marketing, dan branding and packaging.

Fakta itu menjadi perhatian serius Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya. Karenanya, Sabtu-Minggu (26-27/5/2018), di program pemberdayaan ekonomi yang dirintis sejak 2010 itu, digelar pelatihan branding and packaging yang dihadiri sekitar 700 orang.  

Vincentius Surya Putra, mentor yang koordinator Kreavi Surabaya, mengatakan hingga sekarang banyak produk UKM yang membutuhkan perbaikan agar bisa naik kelas.

“Prinsip branding and packaging itu agar produk kita akan bisa cepat dikenal dan laku,” kata Vincent, begitu panggilan karibnya.

Ia lalu menjelaskan langkah-langkah untuk memperbaiki produk melalui branding and packaging. Pertama, menentukan nama produk (brand) dan nama usaha . Nama-nama itu diperlukan supaya orang tahu mereknya dan siapa yang membuat.

Kata Vincent, untuk nama mereka dan produsen harus yang simpel dan mudah diingat. “Makanya, perlu dipikirkan agar menciptakan produk yang berbeda dengan lain. Galilah sesuatu yang unik yang tidak ada di pasaran,” terang.

Tiga Hal yang Perlu Dicermati dari Branding and Packaging UKM
Vincentius Surya Putra.foto:arya wiraraja/enciety.co

Vincent menyarankan agar pelaku usaha menghindari nama-nama yang kelewat umum, seperti barokah, sederhana, lumayan, langgeng,  dan sebagainya.

“Di Pahlawan Ekonomi melalui program Tatarupa, selalu mencari hal-hal yang unik untuk sebuah produk. Seperti ada nama roti Baper, Nak (Bagelan Super Enak),” tutur pria berkacamata ini.

Kedua, packaging yang bagus. Sejatinya, fungsi packaging adalah untuk melindungi produk. Tujuannnya agar produk lebih awet, lebih higienis, dan sebagainya.

“Dengan tampilan yang oke, kita bisa menentukan segmentasinya. Kita mau jualan ke mana, pasar siapa?” tandas Vincent.

Ketiga, sambung dia, melakukan tes pasar. Biasanya para pelaku usaha tidak sabar dan ingin segera banyak hasil yang banyak. Pada gilirannya, memproduksi dalam jumlah banyak. Padahal, pasar yang dibidik belum jelas.

“Tes pasar ini sangat dibutuhkan. Semisal dalam satu bulan, kita bisa menghitung barapa yang laku? Ini agar kita pun bisa menghitung jumlah produksi dan biayanya,” pungkas Vincent. (wh)