Tiga Hal Memahami Innovation Sweet Spot

Tiga Hal Memahami Innovation Sweet Spot

Kresnayana Yahya memberi materi dalam Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Surabaya, Selasa (23/10/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Salah satu tugas dari para marketer adalah dapat menemukan innovation sweet spot. Di mana dibutuhkan proses inovasi yang ideal dari keinginan, kelayakan, dan kelangsungan hidup.

Menurut Chairperson Enciety Business Consult Kresnayanan, ada tiga hal untuk memahami innovation sweet spot. Pertama, membangun strategi marketing dengan melihat apa yang dibutuhkan, diinginkan, dan diharapkan customer.

Kedua, dari perspektif bisnis. Seorang marketer harus dapat mencari benang merah antara poin pertama dengan sesuatu yang layak untuk dibisniskan.

Ketiga, kebutuhan teknologi. Tidak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi kini sangat mempengaruhi dunia, terutama dunia usaha. Untuk itu, perlu mencari sesuatu yang visible dari sisi perkembangan teknologi.

“Dengan dapat menggabungkan ketiga variabel tersebut dan mencari benang merah yang menghubungkan ketiganya, seorang marketer dapat menemukan apa yang disebut dengan innovation sweet spot,” ujar Kresnayana Yahya, dalam Marketing Analysis Training di Hotel Santika Premiere, Jalan Raya Gubeng Surabaya, Selasa (23/10/2018).

Menurut dia, ada tiga cara untuk melihat innovation sweet spot. Pertama, dari sisi emotional innovation. Para merketer dapat melihatnya dari segi branding dan experience. Kedua, dari sisi prosesnya.

“Jika para marketer telah menemukan dan mempraktikkan innovation sweet spotmaka jalan yang ditempuh bakal lebih efisien,” papar pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Ketiga, sambung dia, para merketer dapat memanfaatkan functional innovation. Dengan kata lain, para marketer dapat menumbuhkan dan memaksimalkan peran teknologi yang kini telah mempengaruhi segala aspek kehidupan.

“Lewat innovation sweet spot tersebut, para marketer dapat memanfaatkan hal tersebut untuk merumuskan strategi marketing yang unik dan tidak dimiliki oleh kompetitor,” tegas dia. (wh)

Marketing Analysis 2018