Tiap Hari, 75 Orang Berobat Gratis di Taman Lansia dan Taman Paliatif

Tiap Hari, 75 Orang Berobat Gratis di Taman Lansia dan Taman Paliatif

Pelayanan kesehatan grayis di Taman Lansia Surabaya yang dibanjiri warga. foto:humas pemkot surabaya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya terus melakukan optimalisasi pemanfaatan Taman Lansia di Jalan Kalimantan dan Taman Paliatif di Jalan Kesumba melalui kegiatan pengobatan gratis kepada para lansia dan kegiatan hiburan bagi pengidap kanker.

Kepala Dinas Kesehatan drg Febria Rachmanita menjelaskan, Taman Lansia menjadi pos pelayanan terpadu di Kota Surabaya dengan bekal edukasi terkait kesehatan lansia, hiburan salah satunya permainan catur, senam, dan pemeriksaan kesehatan dan lab gratis untuk mendeteksi penyakit tidak menular secara dini.

“Jika dalam pemeriksaan kesehatan dan lab ditemukan penyakit seperti hipertensi atau kolestrol tinggi langsung kita konsultasikan ke puskesmas terdekat dari rumah pengunjung agar segera tertangani,” kata Febria di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu, (17/1/2018).

Sementara Taman Paliatif, lanjut Febria, selain dimanfaatkan sebagai taman bagi pasien-pasien kanker yang dalam konsisi stabil, Wali Kota Tri Rismaharini ingin menghibur anak-anak dan orang dewasa pengidap kanker melalui berbagai macam kegiatan hiburan seperti musik dan permainan sulap.

“Intinya kami ingin agar pengidap kanker bisa terhibur melalui kegiatan yang ada saat ini,” ujar dia.

Usaha dan niat baik yang dilakukan pemkot melalui kegiatan yang dilakukan setiap Sabtu dan Minggu pukul 6-9 pagi, kata Febri, mendapat respons yang positif dan antusias dari warga Surabaya. Itu terbukti ketika kegiatan yang digagas sejak November 2017 hingga saat ini, berhasil menarik pengunjung Taman Lansia dan Taman Paliatif kurang lebih 75 orang per harinya.

“Total sejak bulan November-Desember 201,7 jumlah pengunjung yang diperiksa di Taman Lansia sebanyak 2.015. Sedangkan pengunjung di Taman Paliatif sebanyak 1.012,” terang perempuan berkacamata ini.

Bahkan saking banyaknya pengunjung, dinkes mendapat masukan agar membuka pengobatan gratis di beberapa taman lain yang ada di Surabaya. “Bu, jangan hanya di dua taman ini saja,” ujar Febria menirukan ucapan warga, lalu tertawa.

Dia menambahkan, tingginya animo jumlah pengunjung yang ingin melakukan pengobatan gratis di taman lansia dan pengunjung di taman latif tidak lepas dari apiknya koordinasi antar OPD Pemkot Surabaya yang sebagian besar dilibatkan dalam kegiatan ini.

“Hampir sebagian besar jajaran OPD kami libatkan, seperti halnya Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) menyiapkan alat permainan dan instruktur senam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mendatangkan hiburan sulap dan pertunjukan musik serta Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) membawa pasien kanker ke taman paliatif,” urai dia.

Tiap Hari, 75 Orang Berobat Gratis di Taman Lansia dan Taman Paliatif
foto:humas pemkot surabaya

Terkait sosialisasi kepada warga agar mengetahui kegiatan pengobatan gratis di taman lansia serta acara hiburan bagi pengidap kanker di taman paliatif, Fenny menuturkan bahwa kecamatan dan kelurahan yang bertugas untuk mendata orang-orang yang ingin mengikuti kegiatan tersebut sekaligus mensosialisasikan kepada warga.

“Jadi itu bukan tugas dinas kesehatan, tapi itu tugas mereka untuk langsung menyampaikan kepada warganya masing-masing bisa melalui acara rapat RT/RW maupun secara langsung,” pungkasnya.

Diapresiasi Warga

Terobosan pengobatan gratis yang dilakukan Dinkes sejak tahun 2017 mendapat respon positif dari warga salah satunya Ulfa (48). Warga gubeng itu mengaku senang karena pemkot menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi warga surabaya.

“Saya tahu pemeriksaan gratis dari tetangga, lalu mencoba datang. Alhamdulillah pelayanannya baik dan cukup memuaskan,” tutur Ulfa, di Taman Lansia, Sabtu (27/1/2017).

Ke depan, Ulfa berharap pemeriksaan gratis di Taman Lansia terus diadakan. Karena, fasilitas semacam ini sangat dibutuhkan warga surabaya khususnya membantu warga dari sisi ekonomi.

“Kalau ke dokter kan mahal, sementara disini kan gratis, cocok untuk warga yang ekonominya menengah ke bawah,” ujarnya sambil tersenyum.

Hal senada dilontarkan Mulyono (70) warga ambengan yang merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan gratis yang disediakan pemkot. Dia mengatakan, selain gratis, pemeriksaan yang dilakukan teman-teman puskesmas sangat baik.

“Sabtu kemarin saya sudah cek darah tinggi, kolestrol sama lambung, hasilnya baik dan obat yang dikasih juga manjur. Hari ini mau cek saja,” tutup Mulyono di Taman Paliatif. (wh)

Marketing Analysis 2018