The Business of YouTube

The Business of YouTube
Hary Mega Gancar Prakosa, peneliti Enciety Business Consult

“YouTube has become a moneymaker for those who know how to cash in”

Lebih dari 1 miliar pengunjung dalam sebulan, jumlah subscriber meningkat 3 kali dalam sehari, jumlah followers meningkat 4 kali dalam sehari, dan 100 jam video di-upload setiap menit!

Dari sisi demografi, pengunjung YouTube didominasi usia 18–24 tahun. Itulah beberapa statistik menarik dari YouTube seperti diungkap Newhouse School of Communications. Prediksinya, statistik ini akan lebih mencengangkan lagi tahun ini karena popularitas YouTube masih akan terus berlanjut. Di tahun 2015, trafik internet akan didominasi oleh video. Video is the next big thing!

Dan tampaknya, fakta ini sudah jauh-jauh hari disadari Trio Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim. Di tahun 2007, mereka menginisiasi YouTube Partner Program yang mengizinkan user untuk “menguangkan” konten di YouTube melalui iklan berbayar, subscription, dan merchandise.

User juga bisa mengambil keuntungan dari program–program yang diadakan oleh YouTube. Dan sejak saat itu, sudah lebih dari 1 juta user di 30 negara berbeda mampu meraup uang dari konten YouTube mereka. Sebut saja SMOSH, duet duo komedian asal Amerika ini sukses meraup $5,7M tiap tahunnya. Mereka berafiliasi dengan brand–brand ternama seperti Kraft, KIA, PUMA, Nintendo, dan lainnya. SMOSH kini ada di peringkat kelima channel yang paling banyak di-subscribed.

Lalu, bagaimana di Indonesia? Sama saja, para netter kini juga semakin keranjingan dengan online video. Data yang dihimpun Enciety Business Consult (EBC) ini paling tidak bisa digunakan sebagai pendekatan. Bahwa di tahun 2013, netter yang mengakses video streaming sudah mencapai 60 persen. Persentase ini meningkat drastis dari tahun 2012, dimana netter yang mengakses video streaming baru sekitar 30 persen. Semakin variatifnya konten YouTube berpotensi terus mendongkrak pengunjung Youtube. You never get bored with YouTube! Mau cari apa saja ada.

Nah, kalau Amerika punya SMOSH, di Indonesia ada Bayu Skak. Pemuda Malang ini juga cukup sukses mencuri perhatian publik dengan “berjualan” lawakan. Bayu membawakan konten yang ringan seputar fenomena sehari- hari dengan kemasan yang lucu khas arek Malang. Setiap seri videonya bisa ditonton puluhan bahkan ratusan ribu orang! Channel-nya sudah mendapat lebih dari 200 ribu subscribed.

Kini, Bayu sering diundang di eventevent pengembangan kreativitas anak muda di Surabaya, khususnya tentang video making. Ini merupakan langkah besar pemberdayaan industri kreatif kita. Paling tidak memberikan wawasan kepada generasi muda bahwa mencari uang tidak harus menjadi pegawai berdasi. Silakan maksimalkan potensi besar YouTube dengan membuat konten yang menarik, konsisten meng-upload, dan tidak berhenti promosi. (wh)


 

Sumber :

  1. http://www.digitalinformationworld.com/2015/04/30-interesting-facts-about-youtube-infographic.html
  2. Enciety Business Consult
Marketing Analysis 2018