Terkait Nontunai Tol, BI Jatim Sinergi dengan Semua Stakeholder

Terkait Nontunai Tol, BI Jatim Sinergi dengan Semua Stakeholder

Difi Ahmad Johansyah. Foto:arya wiraraja/enciety.co

Akhir tahun 2017 ini, pemerintah tengah gencar menegakkan kebijakan penggunaan uang elektronik di jalan tol. Kebijakan tersebut sesuai Peraturan Mentri PU & Perumahan Rakyat No 16/PRT/M/2017 tentang transaksi tol nontunai di jalan tol.

Terkait hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur secara aktif dan intensif melakukan koordinasi dan sinergi bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol di Jawa Timur dan Perbankan Jawa Timur yang berpartisipasi.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah, Selasa (3/10/2017) malam. Menurut dia, penerapan uang elektronik di jalan tol diimplementasikan secara bertahap selama bulan Oktober 2017. Pada tahap I telah dimulai pada 1 Oktober 2017 lalu di sejumlah ruas jalan tol.

“Dari sisi kesiapan uang elektronik, dukungan Bank Indonesia dilakukan melalui koordinasi dengan perbankan maupun BUJT mengenai sosialisasi uang elektronik dan memberikan edukasi lokasi atau yang dikenal dengan channel top up,” katanya.

Di sisi lain, sambung dia, BI pun telah menerbitkan Peraturan Dewan Gubernur (PDG) No.19/10/PADG/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateway) yang salah satunya mengatur skema harga interkoneksi dan interoperabilitas dalam ekosistem GPN.

“Di samping itu, BI secara aktif melakukan sosialisasi, baik melalui media koran, radio, online maupun sosialisasi dan edukasi langsung ke masyarakat,” ulas dia menambahkan.

Di Jawa Timur sendiri, kata Difi, Bank Indonesia telah bekerjasama dengan sejumlah media untuk melakukan edukasi dan sosialisasi penggunaan uang elektronik di jalan tol dan juga kampanye di sejumlah titik strategis lainnya.

Selain BI, menurut Difi, pihak BUJT maupun perbankan pun aktif melakukan sosialisasi dan publikasi terkait penggunaan uang elektronik di jalan tol.

“Kami akan terus melakukan update mengenai hal ini kepada rekan-rekan media sekalian. Harapannya, kedepan upaya kami ini dapat menegakkan kebijakan yang digagas oleh pemerintah pusat itu,” tandasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018