Terapkan E-Government, Risma Terima Ancaman Bertubi-tubi

Terapkan E-Government, Risma Terima Ancaman Bertubi-tubi

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiriPenandatangan Nota Kesepakatan Bersama Implementasi e-government Pemkot Surabaya dan Pelayanan Perijinan Terpadu Berbasis Elektronik Pemkab Sidoarjo di Balai Kota, Rabu (28/9/2016).foto:sandi nurhartanto/enciety.co

Suksesnya penerapan e-government dengan ditunjuknya Surabaya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pusat pembelajaran dari kota dan provinsi lain, menyimpan cerita tersendiri.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, untuk menerapkan e-government, dirinya mendapat berbagai tantangan.

“Yang saya hadapi sungguh luar biasa. Mulai dari ancaman akan dipindahkan jabatan oleh Plt Wali Kota Surabaya waktu itu hingga ancaman untuk membunuh saya dan keluarga,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat berikan sambutan dalam acara “Penandatangan Nota Kesepakatan Bersama Implementasi e-government Pemkot Surabaya dan Pelayanan Perijinan Terpadu Berbasis Elektronik Pemkab Sidoarjo” di Balai Kota, Rabu (28/9/2016).

Penerapan e-government di Pemkot Surabaya dilakukan sejak 2002, di dalamnya terdapat e-budgetinge-procuremente-deliverye-controllinge-performancee-payment, hingga e-health.