Gelar Teleconference dalam Peluncuran 5 BLC Baru

Gelar Teleconference dalam Peluncuran 5 BLC Baru

“Bu Yayuk…Bu Yayuk…bisa denger aku nggak? Itu mana Pak Camat-nya kok nggak ketok?” tanya perempuan berkerudung cokelat yang sontak mengundang tawa. “Bu Arini, ada berapa muridnya..? “Ada enam, Bu.”

Begitulah sekelumit dialog yang terjadi dalam teleconference “Peluncuran Broadband Learning Center (BLC)”, Kamis (13/2/2014). Ada 5 titik baru BLC yang dibuka Pemkot Surabaya. Yakni di Rusun Grudo, Rusun Tanah Merah, Kecamatan Wiyung, Kecamatan Gunung Anyar, dan Kecamatan Wonorejo.

Gelar Teleconference dalam Peluncuran 5 BLC BaruPeluncuran siang itu diselenggarakan dengan menggelar teleconference secara serentak di 5 titik itu. Kini, secara keseluruhan, jumlah BLC di Surabaya sebanyak 11 titik.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang didampingi wakilnya, Wisnu Sakti Buana, menyapa mereka satu per satu. Di layar terdapat beberapa panel kecil yang menyiarkan secara langsung 5 saluran yang berbeda, termasuk Asisten I Bidang Pemerintahan, Yayuk Eko Agustin. Di panel lain, tampak Asisten Kesejahteraan Rakyat, Eko Haryanto, Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan, Arini Pakistyaningsih, dan beberapa pejabat lainnya.

Menurut Risma, penambahan BLC ini merupakan upaya pemerintah kota agar masyarakat Surabaya melek IT. Keberadaan 11 titik BLC di Surabaya yang gratis tersebut, diharapkan mampu menarik minat masyarakat supaya melek IT.

“Jangan sampai warga Surabaya gaptek (gagap teknologi, red) karena sejatinya teknologi informasi merupakan hal yang sangat familiar,” ujar Risma.

Risma meresmikan BLC baru tersebut bersama Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, serta Eksekutif General Manager Telkom Divisi Timur, Iskriyono meresmikan lima BLC baru yang dipusatkan di Rumah Susun (Rusun) Grudo.

Mulai ibu-ibu rumah tangga, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pengurus rukun tetangga (RT), rukun warga (RW) sampai pelajar, dapat memanfaatkannya. BLC merupakan program yang sudah digagas sejak tahun 2013. Pemkot Surabaya bekerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT Telkom Indonesia.

Tantangan warga Surabaya ke depan, lanjutnya, pasti tak akan mudah seiring pemberlakuan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang. Karena itu, ia meminta agar ada lebih banyak lagi BLC di Surabaya. “Kita butuh BLC lebih banyak lagi agar warga Surabaya siap berkompetisi dengan negara-negara ASEAN. Pokoknya jangan sampai tertinggal,” cetusnya.

Ia menambahkan, BLC di Rusun Grudo tersebut selain diperuntukkan bagi warga yang tinggal di Rusun Grudo, juga bisa dimaksimalkan warga di sekitarnya.

Menurut Risma, BLC punya banyak fungsi. Selain untuk belajar, BLC juga bisa difungsikan untuk kepentingan lain seperti memasarkan produk. Para orang tua bisa mendaftarkan sekolah anaknya melalui pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online.

“Bapak ibu nggak perlu khawatir karena tidak bisa buka situs yang aneh-aneh karena sudah diblokir. Jadi anak-anak aman kalau belajar di BLC,” jelas wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya Antiek Sugiharti menambahkan, kelima titik BLC terbaru ini memiliki fasilitas 10 komputer dan jaringan beserta sarana dan prasarana. Untuk kelimanya, PT Telkom mengalokasikan dana sebesar Rp 325 juta.

“Sekarang kami sedang mencari lokasi lainnya. Jadi kalau PT Telkom mau memberi hibah lagi, kami sudah siap,” ujarnya.

Dijelaskan Antiek, pembangunan BLC atau yang juga dikenal sebagai “belajar langsung cerdas”, dilatar belakangi sebagai upaya untuk mewujudkan Kota Surabaya sebagai kota multimedia. 

“BLC juga bisa menjadi sarana untuk sosialisasi program Pemkot terkait teknologi informasi karena perijinan dan juga administrasi kita kan mulai merambah ke sana. Sehingga masyarakat bisa memahami itu dengan  cara yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, Eksekutif General Manager Telkom Divisi Timur Iskriyono mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemkot untuk hadapi AFTA 2015. “Kita ikut bangga. Apalagi, Surabaya dapat penghargaan Future Gov kategari data inklusi sebagai pemanfaatan teknologi informasi. Intinya, melalui program ini, kita ingin mengedukasi masyarakat,” ujar Iskriyono.

Wakil ketua Paguyuban Penghuni Rusun Grudo, Budi Rejeki, menyatakan rasa terima kasihnya atas diresmikannya BLC. “Pasti sangat berguna buat kami, karena rata-rata di sini masih gaptek dan dari kalangan menengah ke bawah,” ungkapnya.

BLC dibuka  setiap hari dari Senin hingga Jumat. Terbagi dalam tiga sesi selama dua jam, yakni sesi pertama dimulai jam 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Sesi II dimulai dari jam 11.00 WIB hingga jam 13.00 WIB. Sementara sesi III dimulai dari jam 14.00 WIB hingga jam 16.00 WIB.(wh)