Teknik Membuat Bros Batu Manik-Manik Kawat Wayer

Teknik Membuat Bros Batu Manik-Manik Kawat Wayer

Pelatihan creative industry aksesoris Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall, Minggu (18/3/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Melanjutkan materi membuat bros batu manik-manik kawat wayer. Itulah yang diajakrkan dalam pelatihan creative industry aksesoris Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall, Minggu (18/3/2018).

Menurut Yayuk Surat, mentor pelatihan Creative Industry, produk bros batu manik-manik yang dibuat kali ini memiliki perbedaan dengan bros yang diajarkan sebelumnya.

“Pelatihan kali ini kita membuat produk bros batu manik-manik dengan menggunakan teknik lilit. Selain itu, kita juga mengombinasikan manik-manik mutiara dengan batu-batuan sehingga produk bros yang kita buat berbentuk seperti kelopak bunga,” ujar dia.

Yayuk lalu mengatakan, selain manik-manik mutiara dan batu-batuan alam, bahan dan alat yang dipersiapkan para peserta pelatihan untuk membuat produk tersebut di antaranya kawat wayer dengan ukuran kecil, kawat jepit bros, tang jepit untuk membentuk kawat wayer, dan lem tembak.

Ia kemudian menjelaskanlangkah pertama yang dilakukan peserta, yakni menentukan model produk. Setelah itu, rangkai batu manik-manik mutiara dan batuan alam dengan menggunakan kawat wayer. Untuk merekatkan, ada dua teknik, pertama, menggunakan teknik lem perekat atau lem tembak. Teknik kedua dengan menggunakan teknik lilit kawat wayer.

“Kita menggunakan teknik lilit untuk merekatkan manik-manik dengan kawat wayer. Kita memilih ini karena teknik ini karena produk yang kami hasilakn bakalan lebih tahan lama. Sebagai perbandingan, kalau kita menggunakan teknik lem perekat, jika kita tidak tepat dalam mengelem antara manik-manik dan batuan alam hasilnya bakal mudah mengelupas,” ujar Lilik.

Kata Yayuk, di pasaran, produk tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi. Kurang lebih untuk satu buah produk bros manik-manik batu alam tersebut dapat dibandrol seharga Rp 25-35 ribu, bergantung dari kualitas produk.

“Jika kombinasi warna serta produk kita rapi, produk tersebut dapat bernilai lebih dari Rp 35 ribu per buah,” tutup Yayuk. (wh)