Tax Amnesty: 2018, Singapura Bakal Beri Data Kekayaan WNI

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengungkapkan, Singapura sudah berkomitmen akan lebih terbuka terkait data para Warga negara Indonesia (WNI) yang menyimpan hartanya di Negeri Singa itu. “Tahun 2018, mereka akan berikan data, jadi siapapun yang memiliki harta kekayaan di dalam negeri Singapura, akan disampaikan ke kita (Indonesia),” ujar Ken.
Selama ini, Singapura dikenal sebagai negara favorit WNI memarkir harta kekayaannya.
Pajak yang rendah hingga kepastian hukum dinilai salah satu faktor yang membuat negeri tetangga itu begitu diminati.
Namun setelah era keterbukaan informasi keuangan antar negara diterapkan pada 2018 nanti, Singapura pun akan lebih terbuka. Oleh karena itu, kata Ken, amnesti pajak merupakan kesempatan yang dibuka pemerintah untuk seluruh WNI yang menyimpan hartanya di luar negeri.
Bahkan pemerintah hanya menetapkan tarif tebusan sebesar 2 persen untuk dana repatriasi pada tahap awal amnesti pajak ini. “Jadi inilah kesempatan amnesti pajak karena tarifnya rendah sekali hanya 2 persen. Ini diskon banyak banget. Jadi amnesti ini bukan bapak, ibu salah atau ngemplang pajak, enggak. Cuma lupa. Maka kita betulkan dengan bayar tebusan itu,” kata dia. (bns)