Target Raih Adipura, Pegunungan Bintang Belajar Kelola Sampah di Surabaya

Target Raih Adipura, Pegunungan Bintang Belajar Kelola Sampah di Surabaya

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua melihat pengelolaan sampah di Jambangan, Senin (25/6/2018).foto: ist

Pemerintah Kota Surabaya kembali kedatangan 11 orang Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Mereka kali melakukan studi banding dan observasi terkait keberhasilan pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mengelola lingkungan.

“Sebelas orang tamu yang berasal dari Kabupaten Pegunungan Bintang ini kami ajak untuk langsung melihat Kampung Jambangan Surabaya,” ujar Adi Candra, staf Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Pemkot Surabaya, kepada enciety.co, Senin (25/6/2018).

Menurut Adi, studi banding dan observasi yang dilakukan 11 orang pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pegunungan Bintang di Kampung Jambangan ini untuk mengetahui keberhasilan pilot project program pemilahan sampah berbasis komunitas yang digagas Pemkot Surabaya sejak tahun 2005.

“Program ini sudah berjalan sejak Ibu Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya sekarang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya tahun 2005. Konsep dalam program tersebut adalah bagaimana cara Pemkot Surabaya menggugah kesadaran masyarakat untuk mengelola lingkungannya secara mandiri,” tegas dia.

Kata Adi, 11 orang tamu yang hadir diajak untuk melihat bagaimana masyarakat memilah sampah dan meninjau pusat kreasi daur ulang yang dipelopori kader lingkungan. Selain itu, mereka juga diajak meninjau program urban farming dan hidroponik di Kampung Jambangan.

“Mereka sangat terkesan dengan pengelolaan lingkungan yang baik karena juga dapat menciptakan lingkungan yang layak dan ramah bagi tumbuh kembang anak,” terang Adi.

Kabupaten Pegunungan Bintang yang merupakan salah satu daerah yang berbatasan dengan Negara Papua Nugini ini memiliki target meraih penghargaan Adipura.

“Satu cara yang mereka lakukan adalah dengan mengadopsi program lingkungan yang telah berjalan di Kota Surabaya,” tegas Adi. (wh)