Tahun Penuh Tantangan, Jauhi Tawaran Investasi Tak Masuk Akal

Tahun Penuh Tantangan, Jauhi Tawaran Investasi Tak Masuk Akal

Inggit Marwasih, Dedi Herlambang, Asikin Ashar dan Doddi Madya Judanto dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (28/9/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Tiga bulan mendatang, banyak pelaku bisnis mulai melakukan evaluasi kinerja tahunan. Mulai Januari- September 2018, ada penurunan saham gabungan yang jumlahnya mencapai 6,7 persen. Komoditas international seperti emas turun mencapai 9 persen atau mengalami depresiasi. Lalu nilai suku bunga Bank Indonesia naik mencapai 5,75.

“Kondisi komoditas energi seperti minyak dunia yang mulai tahun ini turun sekitar 23 persen menjadi satu peluang tersendiri bagi investor untuk mulai melakukan kegiatan investasi,” ungkap Direktur Utama Enciety Business Consult Doddi Madya Judanto dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya bertajuk Investasi & Pengendalian Keuangan, Jumat (28/9/2018).

Dalam acara itu dihadiri Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor Regional 4 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim Inggit Marwasih, Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Kantor Regional 4 OJK Jatim Dedi Herlambang, dan Senior Officer Bursa Efek Surabaya Asikin Ashar.

Doddi lalu menjelaskan, di sela waktu tiga bulan terakhir ini, menjadi kesempatan bagi para bisnis untuk dapat memenuhi target tahunan.

“Dengan kondisi ekonomi sekarang, jika target tahunan yang dirancang masih jauh nilainya, kita harus meminimalkan angkanya. Contoh, jika target 10 persen, ya minimal sampai akhir tahun kita bisa mencapai 7-8 persen,” ujar dia.

Bagi sebagian orang, terang Doddi, tahun ini merupakan tahun penuh tantangan. Jika target usaha tahun ini masih belum tercapai, hendaknya tidak tergoda dengan tawaran-tawaran investasi yang tidak masuk akal.

“Memang segala situasi yang terjadi pada lantai bursa, menjadi peluang untuk melakukan investasi. Namun yang terpenting dari kegiatan investasi adalah perencanaan. Jika kita sudah merencakan kegiatan investasi jauh-jauh hari, saya yakin kita dapat menghadapi tantangan tahun ini,” tegas Doddi.

Doddi juga menyinggung kehadiran pelaku bisnis baru di tahun 2018. Menurut dia, dengan gencarnya OJK dan Bursa Efek Indonesia mengajak masyarakat berinvestasi, makin banyak pula jumlah investor baru.

“Namun, yang perlu digarisbawahi adalah kondisi pasar dan lantai bursa yang penuh tantangan ini jangan menjadi satu ganjalan bagi investor baru untuk berinvestasi,” pungkasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018