Survei : Capres Wajah Baru Lebih Disukai

Survei: Capres Wajah Baru Lebih Disukai

Direktur Pusat Kajian Pancasila, Hukum dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (Puskapdhem-Unnes), Arif Hidayat, mengatakan

Masyarakat sekarang lebih tertarik dengan tokoh-tokoh baru dalam panggung politik. Demikian hasil survei Pusat Kajian Pancasila, Hukum dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (Puskapdhem-Unnes).

Berdasarkan hasil survei Puskapdhem yang dilaksanakan 3 Januari hingga 9 Februari 2014 di 34 provinsi, sebanyak 52,05 persen publik menjawab penting adanya regenerasi kepemimpinan, sementara 35,52 persen menjawab sangat penting.

“Hanya ada 1,12 persen publik yang menjawab kurang penting dan 4,2 persen yang menjawab tidak penting adanya regenerasi kepemimpinan,” ujar Direktur Puskapdhem-Unnes Arif Hidayat.

Itu sebabnya, Arif menilai sudah seharusnya partai politik menyuguhkan tokoh-tkoh baru untuk dicalonkan sebagai presiden. “Harusnya partai-partai itu legowo, misalnya Golkar, sebaiknya menyuguhkan menu baru untuk masyarakat. Bukan lagi tokoh veteran yang mempunyai track record kekalahan dalam Pilpres di tahun-tahun sebelumnya,” papar Arif dalam diskusi hasil survei nasional bertema Menakar Potensi Modal Sosial dan Politik Capres Muda di Pilpres 2014, di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2014).

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan wawancara tatap muka yang melibatkan 1.070 responden yang sudah memiliki hak pilih pada Pemilu 2014 dan bukan TNI/Polri aktif. Adapun tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Margin of error ± 3 persen. Pengambilan data melalui teknik wawancara dengan bantuan kuisioner.(oke/wh)

 

Marketing Analysis 2018