Surabaya Kirim Tenaga Medis dan Psikolog ke Lombok

Surabaya Kirim Tenaga Medis dan Psikolog ke Lombok

Posko bantuan untuk gempa Lombok di Balai Kota.foto:humas pemkot surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menyalurkan bantuan kelima kalinya untuk masyarakat yang terkena musibah bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kali ini, Pemkot Surabaya akan mengirim dokter, perawat dan psikolog, Senin (13/8/2018).

“dua dokter untuk membantu operasi besar dan 5 perawat untuk membantu operasi kecil. Kami juga mengirim psikolog untuk menghilangkan sejenak musibah yang dialami masyarakat disana, utamanya anak-anak supaya lebih kuat,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Sabtu (10/8/2018).

Tidak hanya tenaga medis, Wali Kota Risma – sapaan akrabnya juga menyiapkan beberapa barang yang benar-benar dibutuhkan masyarakat disana seperti, gen set, pompa air dan penjernih air. Selain itu, lanjut Risma, Pemkot juga membelikan peralatan medis mulai dari obat-obatan untuk operasi dan baju operasi.

“Barang-barang semacam itu tidak ada, makanya kami belikan,” terang perempuan kelahiran Kediri tersebut.

Disampaikan Wali Kota Risma, saat ini, Pemkot Surabaya mendirikan 3 posko di Lombok yakni, desa Gangga, desa Penangan Timur dan desa Bayam. Ketiga posko tersebut, kata Dia, terus dibuka hingga kondisi benar-benar kondusif. “Sampai saat ini, mereka masih ketakutan tinggal di rumah dan masih tinggal di tenda-tenda,” ungkap wali kota sarat akan prestasi itu.

Tidak hanya 3 daerah tersebut, Pemkot Surabaya juga memantau dan terus membangun komunikasi dengan petugas yang ada disana untuk memastikan daerah-daerah mana saja yang belum mendapat bantuan. “Kita terus mendengar komunikasi dengan petugas yang ada disana,” tandasnya.

Risma memastikan, berbagai macam bantuan yang dikirim Pemkot Surabaya sudah tepat sasaran. Sebab, Pemkot telah bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok agar menerima berbagai macam bantuan yang telah dikirim.

“Nanti petugas akan menyampaikan ke kita kalau barang sudah dikirim, termasuk menginformasikan daerah-daerah mana saja yang belum tercover bantuan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Risma terlibat aktif memerintahkan anak buahnya saat mengemasi berbagai jenis bantuan yang berasal dari masyarakat Surabaya. Bahkan terlihat, Wali Kota Perempuan pertama di Surabaya itu ikut memilah beberapa jenis pakaian dan celana.

“Pisahkan antara pakaian anak anak dan orang dewasa, jangan sampai tertukar. Kalau sudah langsung dimasukkan ke dalam dus,” katanya. (wah)

 

Berikan komentar disini