Sumpah Pregolan Meriahkan Parade Surabaya Juang

Sumpah Pregolan Meriahkan Parade Surabaya Juang

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah berjalan kaki dengan mendorong veteran di sepanjang Jalan Tunjungan hingga Jalan Gubernur Suryo, Minggu (5/11/2017). foto:humas pemkot Surabaya

Ratusan peserta menyemarakkan Parade Surabaya Juang digelar mulai dari Tugu Pahlawan dan berakhir di Taman Bungkul, Minggu (5/11/2017). Kegiatan ini digelar untuk menyambut peringatan Hari Pahlawan 10 November.

“Sebenarnya rangkaian acara ini sudah dimulai sejak bulan September dan berlanjut ke bulan November,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberangkatkan peserta parade di Tugu Pahlawan.

Parade awal di Tugu Pahlawan menampilkan aksi teatrikal Sumpah Pregolan (sumpah merdeka atau mati).  Aksi teatrikal juga dipentaskan di kawasan Siola untuk menggambarkan perang TKR laut, lalu ada aksi teatrikal perobekan bendera Belanda di Hotel Mojopahit yang dilanjutkan pembacaan puisi “Surabaya” karya K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus).

Sementara teatrikal perang 10 November digelar di depan Grahadi, lalu di Tugu Bambu Runcing dan Polisi Istimewa-Santa Maria.

Dibandingkan dengan tahun lalu, Parade Surabaya Juang tahun ini lebih banyak menampilkan aksi teatrikal sosiodrama.

Parade Surabaya Juang yang menempuh rute sejauh 6,5 kilometer mulai Tugu Pahlawan hingga Taman Bungkul melibatkan 28 unsur komunitas dengan total jumlah peserta 350 orang yang berasal dari berbagi elemen masyarakat, pelajar dan pecinta sejarah.

Peserta Parade Juang kali ini tidak hanya datang dari Surabaya, tapi ada yang datang dari Kalimantan dan Sulawesi.

Risma mengatakan Parade Surabaya Juang ditujukan untuk mengajak generasi muda mempelajari sejarah peristiwa 10 November dan maknanya.

“Para pejuang mendapatkan kemerdekaan bukan dengan cara yang mudah, tetapi dengan seluruh perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Mari kita berjuang terus, tidak ada kata menyerah. Pertahankan api perjuangan bagi Indonesia raya agar mampu membawa pesan damai, aman, sentosa dan sejahtera,” katanya.

Selama acara berlangsung dilakukan penutupan jalan di ruas jalan dari arah Tugu Pahlawan ke Jl. Tunjungan (Gedung Siola dan Hotel Majapahit), Jl. Gubernur Suryo (depan Gedung Negara Grahadi), Jl. Panglima Sudirman (Monumen Tugu Bambu Runcing), Jl. Polisi Istimewa (Monumen Polri), Jl. Darmo (Sekolah Santa Maria) dan Taman Bungkul.

Pemerintah kota mengerahkan 75 personel untuk membantu pengaturan lalu lintas serta 25 petugas pengatur parkir dan 600 satuan polisi pamong praja untuk mendukung kelancaran acara Parade Surabaya Juang. (wh)