Suhu Tak Menentu, Surabaya Waspada Puting Beliung

Suhu Tak Menentu, Surabaya Waspada Puting Beliung
Kota Surabaya di sejumlah kawasan seperti Surabaya Barat dan Selatan yang diselimuti awan mendung, Senin (24/11/2014).

Memasuki musim pancaroba membuat suhu di Surabaya tak menentu. Suhu yang naik-turun ini berdampak pada ancaman berbagai macam penyakit mulai dari flu hingga demam berdarah.

Ini ditegaskan Kasie Data dan Informasi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Bambang Setiajid bahwa peralihan musim saat ini juga rentan terhadap bahaya puting beliung.

“Saat ini sudah masuk musim penghujan. Istilahnya peralihan musim. Jadi yang perlu diwaspadai adalah angin kencang atau terjadinya puting beliung. Selain itu perubahan suhu dari panas ke dingin secara mendadak juga akan berdampak pada kesehatan warga Surabaya,” jelas Bambang saat dihubungi enciety.co, Senin (24/11/2014).

Saat ini, cuaca di Surabaya masih dalam kondisi normal yakni antara suhu 26 hingga 35 derajad celcius dengan intensitas hujan ringan. Sedangkan untuk angin saat ini rata-rata mencapai 300 feet. Angin di kawasa Surabaya sendiri, bertiup dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan 20 knots atau mencapai 37 kilo meter per jam.

“Bahayanya jika cuaca berubah maka bisa berdampak pada terjadinya puting beliung,” jelasnya.

Sementara itu, di sisi kesehatan, perubahan udara dan temperatur sedikit banyak berpengaruh pada tubuh. Karena tubuh manusia otomatis akan berusaha keras menyesuaikan dengan temperatur sekitar. Saat itu pula imunitas (daya tahan tubuh terhadap penyebab penyakit) berkurang. Sehingga sering menyebabkan orang sakit di musim pancaroba.

Selain itu temperatur yang berubah-ubah juga dapat memicu adanya virus dan bakteri untuk lebih cepat berkembang biak. Jadi tidak heran lebih banyak orang terserang penyakit di musim pancaroba dibanding di musim yang temperaturnya relatif stabil. (wh)

Marketing Analysis 2018