Starbucks Kantongi Sertifikasi Halal MUI

 

Starbucks Kantongi Sertifikasi Halal MUI

MUI menyerahkan sertifikat halal kepada PT Sari Coffee Indonesia selaku pengelola toko kopi premium Starbucks di Indonesia yang secara simbolis dilaksanakan di gerai Botani Square Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/10/2014).

“Kini secara resmi 29 Oktober, Starbucks telah bersertifikat halal,” kata Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim.

Lukmanul menyebutkan Starbucks merupakan kedai kopi premium pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikat halal. “Sertifikat halal oleh Starbucks kami nilai juga merupakan strategi bisnis yang cerdik karena mengisi ceruk pasar yang masih kosong,” kata Lukmanul.

Menurut Lukman, berdasarkan data Cerol LPPOM MUI, untuk produk kopi kemasan yang telah besertifikat halal memang cukup banyak, mencapai sekitar 27 perusahaan. Namun, khusus untuk gerai kopi kelas premiun, Starbuck merupakan yang pertama besertifikat halal MUI.

Lukman mengatakan sertifikat halal untuk Starbucks, bagi LPPOM MUI cukup melegakan karena selama ini bersama gerai beberapa merek bakery, Starbucks merupakan salah satu dari sekian gerai toko kopi yang sering dipertanyakan kehalalannya oleh masyarakat.

“Pertanyaan ini sangat beralasan mengingat adanya titik kritis kehalalan yang harus diperhatikan dalam setiap varian produk kopi dan menu lainnya. Misalnya krimer di mana terdapat titik kritik halal pada bahan penolong seperti pengemulsian yang berasa dari nabati maupun hewani,” kata Lukman.

Lukman menambahkan, dengan diserahkannya sertfikat halal tersebut, seluruh gerai Starbucks di Indonesia akan mendapat logi sertifikat halal. “Masyarakat akan mendapat jaminan kepastian bahwa Starbucks dengan semua menu yang disajikan telah bersertifikat halal,” kata Lukman.

Sementara itu Direktur PT Sari Coffee Indonesia, Anthony Cottan mengatakan, Starbucks telah hadir di Indonesia sejak 12 tahun lalu. Sampai saat ini mereka telah memiliki 176 gerai di Tanah Air. “Kenapa kami mengajukan sertifikat halal, ini untuk memberikan rasa kepercayaan kepada pelanggan kami bahwa kami sudah berstandar halal. Karena banyak yang menanyakan melalui email, bahwa Starbucks tidak halal, dengan sertifikat ini kami dapat memberikan kepercayaan konsumen,” katanya.

Menurut Anthony, selama ini Starbucks sudah berstandar halal, mereka sudah lebih dahulu buka di Malaysia dan negara Timur Tengah. Namun, di Indonesia pihaknya barus mengurus sertifikat halal tahun 2014 ini.

Sejak 12 tahun di Indonesia, pihaknya telah menerapkan peraturan yang terkait dengan regulasi halal dalam operasional sehari-hari, yakni menggunakan bahan-bahan dasar yang halal pada produk.

“Oleh karena itu kami mengambil langkah selanjutnya untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Bersama ini kami sangat senang menjadi kedai kopi premium pertama yang mendapat sertifikat halal dari MUI di Indonesia,” kata Anthon. (bns/ram)

 

Marketing Analysis 2018